Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan mengalami perlambatan arus barang akibat penundaan dan pengalihan pelayaran oleh operator kapal internasional.
Nelayan Terpukul, Harga Ikan Melonjak
Tak hanya sektor ekspor, nelayan kecil juga terkena dampak. Harga solar yang melonjak membuat nelayan di Bitung, Kendari, dan Sibolga memilih untuk tidak melaut.
“Harga BBM naik dua kali lipat. Banyak nelayan tak bisa melaut, pasokan ikan menurun, harga naik, dan ketahanan pangan laut terganggu,” ujar Capt. Hakeng.
Sektor Pelayaran Nasional dalam Tekanan
Capt. Hakeng juga menyoroti bahwa industri pelayaran nasional, yang sebagian besar masih mengandalkan kapal tua, kini dihadapkan pada biaya operasional tinggi dan menurunnya efisiensi.
“Frekuensi pelayaran nasional turun. Biaya tinggi, efisiensi menurun. Sektor maritim nasional dalam tekanan berat,” pungkasnya. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan