2. Pendampingan Lapangan dan Komunitas Praktik
Model coaching and mentoring oleh pengawas atau fasilitator TIK daerah penting dibangun secara terstruktur, tidak hanya satu kali pelatihan.

3. Integrasi Evaluasi Digital dalam Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
Pemanfaatan teknologi dan data seharusnya menjadi indikator dalam PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah), agar literasi digital tidak hanya bersifat opsional.

4. Kolaborasi Antarsekolah dan LPTK
Kampus keguruan dan sekolah perlu bekerja sama menghadirkan program pengembangan kompetensi kepala sekolah berbasis kebutuhan lokal.

Menuju Kepemimpinan Sekolah Abad 21

Kepemimpinan kepala sekolah di era digital tidak cukup hanya memahami platform, tetapi juga membangun visi, sistem, dan budaya digital di lingkungan sekolah. Jika kepala sekolah hanya menjadi pengguna pasif teknologi, maka MBS akan berjalan tanpa arah. Tapi jika mereka menjadi motor penggerak transformasi digital, maka otonomi sekolah benar-benar menjadi kenyataan.

“Di tangan kepala sekolah yang melek digital dan strategis, teknologi menjadi jembatan perubahan. Di tangan yang pasif, ia hanya menjadi beban yang disesalkan”. (*)

*Dosen PGSD FKIP Universitas Citra Bangsa, Kupang