Analis energi dari ING, Warren Patterson, mengatakan, “Hal ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik secara signifikan dan pasar minyak harus memperhitungkan premi risiko yang lebih besar atas gangguan pasokan.”

3. Ancaman Gangguan Pasokan Minyak Global

Di tengah meningkatnya ketegangan, kekhawatiran pun mencuat terkait potensi terganggunya pasokan minyak dunia, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Beberapa pedagang minyak di Singapura menyebut pasar mulai berspekulasi tentang penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global. Iran berpotensi membalas dengan menghambat pasokan hingga 20 juta barel per hari, jika eskalasi terus berlanjut.

Analis MST Marquee, Saul Kavonic, menyatakan bahwa serangan balasan bisa mencakup infrastruktur migas strategis di kawasan tersebut.

4. Pasar Saham Guncang, Emas dan Franc Swiss Menguat

Selain lonjakan harga minyak, pasar global ikut terguncang. Bursa saham Asia dibuka melemah, sementara investor beralih ke aset aman seperti emas dan franc Swiss.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa Israel akan menerima “hukuman keras”. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dan menyerukan agar Teheran tidak menyasar kepentingan AS.