Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melki juga menegaskan bahwa GTRA adalah wadah strategis untuk mengurai persoalan agraria secara sistematis, melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Saya mengajak seluruh anggota GTRA Provinsi NTT untuk aktif berperan. Ini bukan sekadar rapat, tapi langkah awal membangun keadilan agraria yang berkelanjutan,” katanya.
Tujuan utama Reforma Agraria NTT 2025, yakni menyelesaikan konflik agraria melalui penataan legalitas dan redistribusi tanah, memberikan akses ekonomi melalui pemanfaatan lahan produktif, menyusun roadmap pembangunan desa berbasis keadilan agrarian dan melibatkan peran aktif akademisi dan institusi hukum. (*/hms/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan