Larantuka, RakyatNTT.ID Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, membawa dampak serius terhadap operasional penerbangan di kawasan Nusa Tenggara dan Bali.

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa tiga bandara telah ditutup dan 26 penerbangan dibatalkan.

Tiga Bandara Ditutup Sementara

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Cecep Kurniawan, menyampaikan bahwa hingga Rabu (18/6/2025), berikut tiga bandara yang ditutup karena terdampak abu vulkanik:

  • Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda (Maumere) – ditutup hingga 19 Juni pukul 06.00 WITA
  • Bandara Soa (Bajawa) – ditutup hingga 18 Juni pukul 17.00 WITA
  • Bandara Haji Hasan Aroeboesman (Ende) – ditutup hingga 19 Juni pukul 07.00 WITA

26 Penerbangan Dibatalkan, 14.000 Penumpang Terdampak

Cecep mengungkapkan bahwa hingga kini terdapat 26 penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi. Terdiri dari:

  • 12 penerbangan internasional
  • 14 penerbangan domestik

Dampaknya dirasakan oleh lebih dari 14.000 penumpang, dengan distribusi terdampak terbesar di:

  • Denpasar: 10.560 penumpang
  • Labuan Bajo: 2.166 penumpang
  • Lombok: 772 penumpang
  • Maumere: 451 penumpang

Langkah Mitigasi dan Koordinasi Lintas Instansi

Ditjen Perhubungan Udara bekerja sama dengan PVMBG, AirNav Indonesia, BMKG, serta operator bandara dan maskapai, guna memastikan keselamatan dan opsi layanan terbaik bagi penumpang.

Gunung Lewotobi Alami 7 Erupsi dalam 2 Hari

Berdasarkan laporan PVMBG, sejak 17–18 Juni 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki mengalami 7 kali erupsi. Kolom abu tercatat mencapai hingga 10.000 meter, dengan arah sebaran ke barat dan tenggara, dan status kini berada di Level IV (Awas).