Akreditasi ini bukan hanya simbol, tapi komitmen kami untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap tuntutan global,” tegasnya.

Proses Akreditasi Ketat dan Teliti

Dekan FKIP, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., memaparkan bahwa proses dimulai sejak awal 2024 dengan pembentukan Tim Task Force di tiap prodi. Delapan asesor dari FIBAA melakukan kunjungan lapangan pada 21–25 Oktober 2024, memeriksa dokumen dan langsung mengevaluasi implementasi standar mutu.

“Kami langsung tindak lanjuti catatan dari tim asesor. Ini proses panjang yang disiplin dan penuh komitmen,” kata Prof. Taneo.

Dampak Positif: Dari Dana LPDP hingga Kolaborasi Global

Direktur Pascasarjana Undana, Prof. Drs. Tans Feliks, M.Ed., Ph.D., menyebut bahwa akreditasi ini juga meningkatkan kepercayaan pengelolaan Dana LPDP untuk program S2 Linguistik.

Sementara itu, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., Kepala LP3M, menegaskan bahwa pihaknya memastikan pemenuhan delapan kriteria FIBAA dalam waktu sembilan bulan melalui monitoring dan evaluasi mutu berkelanjutan.

Lompatan Besar Pendidikan NTT

Dengan pencapaian ini, Undana tidak hanya semakin diakui sebagai kampus unggulan Indonesia Timur, tapi juga membuka pintu kolaborasi internasional bagi mahasiswa dan dosen.