Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI menyalurkan bantuan berupa 50 paket sembako dan 50 paket selimut serta alas tidur kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Perokonda, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa, terutama warga yang masih mengalami keterbatasan tempat tinggal dan harus tidur di luar rumah pada malam hari.
Pemimpin Cabang BRI Waikabubak, Pande Made Yogi Winata, turun langsung ke lokasi gempa dan menyerahkan bantuan ke posko penanganan bencana.
Dalam kegiatan tersebut, pesan dari Pande Made Yogi Winata juga disampaikan melalui Ketua YBM BRI BO Waikabubak, Umbu Faisal Boymau.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana alam.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari maupun menunjang kebutuhan istirahat selama kondisi tempat tinggal mereka belum pulih.
Koordinator Posko, Hajimin Sanggore, menyampaikan terima kasih kepada BRI atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga Desa Perokonda.
“Atas nama Pemerintah Desa Perokonda, dengan datangnya bantuan dari Bank BRI, kami sebagai warga Desa Perokonda yang sangat terdampak sangat berterima kasih atas bantuan ini,” kata Hajimin, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi harapan bagi masyarakat yang masih berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gempa.
Ia menjelaskan, kebutuhan pangan dan gizi warga tetap harus diperhatikan, terutama dalam situasi darurat ketika sebagian masyarakat belum dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Karena memang secara kesehatan pasti membutuhkan gizi, dan untuk sementara warga-warga masih tidur di luar rumah pada malam hari. Terima kasih,” ujarnya.
Bantuan selimut dan alas tidur juga diharapkan dapat membantu warga yang belum bisa beristirahat dengan nyaman di dalam rumah akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Gempa bumi sebelumnya mengguncang wilayah Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10/2026).
Pada informasi awal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,1 dengan kedalaman 10 kilometer.
Setelah pemutakhiran parameter, magnitudo gempa diperbarui menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya per Selasa (6/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 360 rumah warga dan 34 fasilitas umum terdampak gempa.
Dari jumlah rumah tersebut, lima unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 335 unit rusak ringan.
Sementara itu, 34 fasilitas umum yang terdampak terdiri dari lima fasilitas rusak sedang dan 29 fasilitas rusak ringan.
Pemerintah daerah terus melakukan pendataan kerusakan dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Di tengah proses penanganan bencana, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan