Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang RakyatNTT.ID – Badan Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk memperkuat penanganan masalah gizi, mempercepat penurunan stunting, dan meningkatkan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penjajakan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi UNICEF dan Undana di Ruang Rapat Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, Kupang, Selasa (13/10/2026).
Rombongan UNICEF dipimpin Chief Nutrition UNICEF Indonesia, Mamadou Ndiaye. Ia bersama tim diterima Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., didampingi Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, MP, Kepala BPKS Yefri C. Adoe, S.E., M.AP., CRA, serta Subkoordinator Kerja Sama Heppy Y. Haning, S.Si.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi lintas disiplin, mulai dari ilmu gizi, kesehatan masyarakat, pertanian, peternakan, perikanan, agribisnis hingga ekonomi.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan dengan sebagian besar wilayahnya memiliki kondisi lahan kering.
UNICEF Soroti Potensi Akademik Undana
Chief Nutrition UNICEF Indonesia, Mamadou Ndiaye, mengatakan Undana memiliki potensi sumber daya akademik dan kepakaran yang dapat diperkuat untuk mendukung pemerintah dalam menangani persoalan gizi anak.
“Kunjungan UNICEF ke Undana bertujuan mendiskusikan penguatan kapasitas dan potensi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemerintah menangani persoalan gizi di NTT. Undana memiliki sumber daya akademik dan beragam keahlian yang dapat disinergikan untuk mempercepat penanganan masalah gizi,” jelas Mamadou.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan yang berfokus pada solusi pangan dan gizi untuk wilayah kepulauan serta lahan kering, khususnya Indonesia Timur.
Pusat keunggulan tersebut diharapkan menjadi wadah yang mengintegrasikan kekuatan riset perguruan tinggi, kebutuhan kebijakan pemerintah, serta pendampingan masyarakat di lapangan.
Riset Undana Diarahkan untuk Perkuat Pangan Lokal
Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, mengatakan kondisi geografis NTT sebagai wilayah semi-arid membutuhkan pendekatan teknologi yang mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal.
Menurutnya, hasil riset dan inovasi Undana dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan antara lain sorgum, jagung, kacang hijau, sapi NTT, kelor, rumput laut, serta berbagai produk pangan lokal lainnya.
Produk seperti puding kelor, jagung bose, susu sapi, dendeng, rumput laut, hingga alpukat mentega Soe juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai gizi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan pangan bergizi bagi anak, tetapi juga memperkuat pendapatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
Perikanan jadi Sumber Protein untuk Anak
Sektor perikanan juga menjadi salah satu fokus yang ditawarkan Undana dalam pengembangan solusi penanganan gizi dan stunting.
Pengembangan budidaya diarahkan pada berbagai jenis perairan, mulai dari air tawar seperti ikan gurami, nila dan lele, air payau seperti udang vannamei, hingga marikultur atau budidaya laut.
Komoditas yang dikembangkan antara lain kerapu, kakap, lobster, rumput laut dan teripang.
Optimalisasi sektor perikanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein hewani berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Penanganan Stunting Tak Cukup dari Sektor Kesehatan
Undana menilai persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi medis di fasilitas kesehatan.
Persoalan ketersediaan pangan, kualitas konsumsi, daya beli keluarga, hingga kemampuan masyarakat memproduksi pangan bergizi secara mandiri juga menjadi faktor penting yang harus ditangani.
Karena itu, pemberdayaan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM melalui teknologi budidaya serta pengembangan pakan menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, peningkatan status gizi anak diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengurangan kemiskinan di wilayah perdesaan dan pesisir.
UNICEF-Undana Siapkan Program Aksi Terukur
Penjajakan kerja sama UNICEF dan Undana selanjutnya akan diarahkan pada penyusunan program yang lebih spesifik dan terukur.
Kedua pihak berkomitmen agar hasil pembahasan di tingkat akademik tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi intervensi nyata di tengah masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah baru dalam menggabungkan kekuatan riset Undana dengan pengalaman UNICEF dalam bidang gizi dan perlindungan anak.
Dengan mengoptimalkan pangan lokal, teknologi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, kerja sama UNICEF dan Undana diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, serta masa depan generasi muda di NTT. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan