Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersiap menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II NTT 2026 yang akan diikuti 22 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kompetisi olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Panitia memastikan seluruh persiapan dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para atlet, pelatih, ofisial dan pendamping yang datang ke NTT.
Ketua Panitia PESONAS II NTT 2026, Reny Marlina Un, mengatakan panitia bersama Pemerintah Provinsi NTT telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut 22 kontingen peserta.
“Kami siap melayani dan memberikan dukungan terbaik bagi 22 kontingen yang akan bertanding pada 14–18 Oktober 2026,” kata Reny.
Sebanyak 22 provinsi yang ambil bagian yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DI Yogyakarta, NTT, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Jambi.
Pemprov NTT Kerahkan OPD dan ASN
Reny menjelaskan, dukungan Pemerintah Provinsi NTT menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan pelaksanaan PESONAS II.
Gubernur NTT disebut telah berkomitmen mendukung penyelenggaraan PESONAS II melalui dukungan APBD serta mengerahkan perangkat daerah, Forkopimda, BUMN, BUMD dan pihak swasta.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut antara lain diwujudkan melalui dukungan terhadap Charity Night, pendampingan atlet serta fasilitasi penjemputan kontingen dan pejabat daerah yang hadir mendampingi delegasinya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.
Dukungan tersebut antara lain datang dari Rumah Sakit Dedari dan Bondy Café melalui publikasi billboard PESONAS II NTT 2026. Selain itu, terdapat dukungan senilai Rp100 juta dari Viktor Bungtilu Laiskodat, bantuan air mineral dari Manajemen Ae Rote serta dukungan berbagai pihak lainnya.
Panitia Siapkan LO untuk Setiap Kontingen
Sekretaris Panitia PESONAS II NTT 2026, Karel Muskanan, mengatakan panitia juga menyiapkan Liaison Officer (LO) untuk memperlancar koordinasi dengan setiap kontingen.
LO akan menjadi penghubung antara panitia dan kontingen, terutama dalam menyampaikan informasi maupun memenuhi kebutuhan data selama pelaksanaan kegiatan.
Koordinasi tersebut nantinya dilakukan bersama pendamping ASN dari organisasi perangkat daerah terkait.
“LO akan membantu koordinasi antara panitia dan kontingen sehingga seluruh informasi dan data yang dibutuhkan oleh kontingen akan dikomunikasikan dengan LO bersama dengan pendamping ASN dari OPD terkait,” jelas Karel.
Lima Venue Disiapkan untuk Tujuh Cabang Olahraga
Pertandingan PESONAS II NTT 2026 akan berlangsung di sejumlah venue olahraga di Kota Kupang.
Venue yang disiapkan yakni GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.
Sementara tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi:
- Sepak bola
- Bulu tangkis
- Atletik
- Senam ritmik
- Bocce
- Tenis meja
- Renang
Karel memastikan seluruh venue telah melalui proses verifikasi oleh tim Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (SOIna).
“Seluruh venue juga sudah diverifikasi oleh tim dari Pengurus Pusat SOIna dan dinyatakan layak menjadi venue PESONAS II NTT Tahun 2026,” ujarnya.
Semua Atlet Mendapat Penghargaan
PESONAS memiliki konsep yang berbeda dengan ajang olahraga kompetitif pada umumnya.
Karel menjelaskan seluruh atlet yang berpartisipasi dalam PESONAS II NTT 2026 akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar terus mengembangkan bakat olahraga mereka.
Penghargaan tersebut diharapkan mendorong para atlet untuk terus berprestasi di berbagai level hingga dapat mencapai kompetisi internasional.
PESONAS II Jadi Jalan Menuju Special Olympics World Games 2027
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna sekaligus Ketua Harian SOIna NTT, Hamdan Batjo, mengatakan PESONAS II NTT 2026 merupakan kompetisi empat tahunan khusus bagi atlet penyandang disabilitas intelektual.
Lebih dari sekadar kompetisi nasional, PESONAS menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan seleksi atlet terbaik Indonesia yang dipersiapkan tampil di Special Olympics World Games (SOWG) Santiago, Chile, 2027.
Menurut Hamdan, penyelenggaraan PESONAS juga memiliki misi lebih luas, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya inklusivitas dan pemberdayaan individu dengan talenta khusus.
“Jadi sebelum bertanding di tingkat provinsi, para atlet sudah mengikuti PESOWIL di kabupaten/kota, PESODA di tingkat provinsi, lalu PESONAS di tingkat nasional dan Special Olympics World Games di tingkat dunia,” jelasnya.
Atlet yang Sudah Tampil di SOWG Tak Lagi Bertanding
Direktur Operasional Pengurus Pusat SOIna, Amran Siregar, menjelaskan terdapat aturan khusus dalam sistem pembinaan Special Olympics.
Berbeda dengan Olimpiade, atlet yang telah bertanding di tingkat internasional melalui Special Olympics World Games tidak diperbolehkan kembali bertanding pada periode berikutnya.
Menurut Amran, aturan tersebut dibuat untuk memastikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet lainnya untuk berkembang dan berprestasi hingga ke tingkat dunia.
“Hal ini demi bisa memberikan kesempatan yang sama bagi semua atlet agar bisa berprestasi di tingkat dunia,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan terhadap kehadiran para atlet dan pelatih juga datang dari Lions Club, organisasi nirlaba yang memberikan bantuan dana transportasi dari daerah asal menuju Kupang bagi atlet dan pelatih dari sembilan provinsi.
Dengan berbagai persiapan tersebut, PESONAS II NTT 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan olahraga, tetapi juga momentum memperkuat gerakan inklusivitas sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet disabilitas intelektual Indonesia menuju panggung olahraga dunia. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan