Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia memaknai kegiatan tersebut sebagai kairos, yakni kesempatan yang diberikan Tuhan setelah rencana serupa sempat tertunda oleh berbagai keadaan.
Menurutnya, perbedaan suara, budaya, dan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu dirangkai menjadi harmoni yang memperkuat persekutuan.
Ia berharap Simfoni Persaudaraan menjadi ruang koinonia untuk mempererat persekutuan, ruang marturia untuk memperkuat kesaksian Injil, serta sarana pembaruan kehidupan liturgi melalui puji-pujian yang dipersiapkan dengan baik.
Dalam kompetisi tersebut, peserta juga diingatkan agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menjadikan perlombaan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih, penghormatan, dan pengampunan.
Wakil Gubernur NTT Dorong Pembinaan Paduan Suara Sejak Dini
Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (P) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., yang juga merupakan sesepuh GMIT, turut mengapresiasi penyelenggaraan Simfoni Persaudaraan.
Menurut Johni, paduan suara dan kelompok vokal memiliki peran penting dalam kehidupan bergereja. Kegiatan bernyanyi dan memuji Tuhan juga dapat menjadi sarana pembinaan anak-anak sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam kegiatan paduan suara dapat membantu melatih daya ingat, kemampuan membaca nada, konsentrasi, kerja sama, disiplin, serta pembentukan karakter.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan