Tambolaka, RakyatNTT.ID – Ketua DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rudolf Radu Holo mendorong pemerintah daerah mempercepat perluasan jaringan listrik hingga ke desa, dusun, dan kampung yang selama ini belum terjangkau listrik.

Rudolf menargetkan persoalan jaringan listrik di wilayah-wilayah terisolir di SBD dapat dituntaskan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Rudolf kepada RakyatNTT.ID di Kantor DPRD SBD, Selasa (6/10/2026).

“Kaitannya menyangkut perluasan jaringan, memang kita dorong betul pemerintah untuk membuka jaringan listrik kepada masyarakat yang memang selama ini terisolir dari jaringan listrik,” kata Rudolf.

Menurut Rudolf, pemerataan akses listrik menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat SBD, khususnya mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan kampung yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan listrik.

Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat memastikan pembangunan jaringan listrik menjangkau wilayah yang selama ini masih terisolir.

“Sehingga apa yang dialokasikan pemerintah menjadi terang untuk desa, dusun, dan kampung itu bisa terwujud,” ujarnya.

Rudolf mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas jaringan listrik.

Bahkan, alokasi untuk kebutuhan listrik juga telah dimasukkan dalam anggaran perubahan.

“Dan itu sudah menjadi kesepakatan secara bersama-sama untuk perluas jaringan. Memang di perubahan ini sangat mepet, tapi kita berharap dari tahun ke tahun tetap kita upayakan,” katanya.

Ia berharap dalam tiga tahun ke depan persoalan jaringan listrik di kampung-kampung yang belum terjangkau dapat diatasi.

“Semoga dalam tiga tahun ke depannya ini bisa teratasi semua untuk jaringan listrik masuk ke kampung-kampung,” ujar Rudolf.

Rudolf menjelaskan, Pemerintah Kabupaten SBD juga telah membangun komunikasi dengan PT PLN untuk membuka jaringan listrik baru di sejumlah wilayah.

Namun, pembukaan jaringan baru perlu mempertimbangkan kondisi dan jumlah masyarakat yang akan dilayani.

“Memang dari pemerintah menyampaikan juga ke kita bahwa sudah bangun komunikasi dengan PLN untuk membuka jaringan-jaringan baru,” katanya.

“Misalnya jumlah berapanya di situ, perkampungannya ini, karena harus dilihat juga dari situ,” lanjut Rudolf.

Menurut dia, masih banyak titik di SBD yang belum terjangkau jaringan listrik.

Karena itu, pemerintah bersama DPRD akan terus memetakan wilayah yang membutuhkan perluasan jaringan.

“Kalau titik-titik, ya kita titik-titik ini kan sebetulnya banyak. Banyak, tidak bisa juga kita sebutkan satu per satu,” tuturnya.

Rudolf menegaskan DPRD akan terus mendorong pemerintah agar pemerataan listrik tidak hanya berhenti di tingkat desa, tetapi juga menjangkau dusun dan kampung yang masih terisolir.

“Kita dorong betul pemerintah, sehingga jaringan listrik di tiap desa, di tiap kecamatan, di tiap dusun, kampung yang terisolir dari jaringan listrik ya bisa terpenuhi,” tegasnya.

Rudolf menambahkan, perluasan jaringan listrik harus dibarengi dengan penyediaan sambungan listrik ke rumah warga.

Menurut dia, pembangunan jaringan baru tidak akan cukup jika masyarakat tidak mampu mendapatkan meteran listrik untuk menyambungkan listrik ke rumah masing-masing.

Karena itu, pemerintah daerah dan DPRD perlu berkomunikasi dengan PLN untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan penyediaan meteran gratis bagi masyarakat.

“Dengan cara pemerintah bersama DPRD untuk melakukan komunikasi-komunikasi dengan PLN. Ya tentunya konsekuensinya ya kita harus siapkan meteran. Siapkan untuk meteran gratis kepada masyarakat,” kata Rudolf.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten SBD, Yohanis Umbu Deta, mengatakan wilayah SBD mendapat penambahan jaringan listrik baru pada 2026.

“Untuk SBD kita dapat penambahan jaringan baru 17 titik pada TA 2026,” kata Yohanis.

Berdasarkan data yang disampaikan Yohanis, sejumlah wilayah di SBD yang masuk dalam program penambahan jaringan tersebut tersebar di beberapa kecamatan.

Di antaranya Kecamatan Wewewa Utara, Wewewa Barat, Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, Loura, Kodi, dan Kodi Utara.

Beberapa titik berada di Desa Mawo Maliti, Wainyapu, Tawo Rara, Totok, Wailangira, Maliti Bondo Ate, Loko Kalada, Bondo Boghila, Wura Homba, Lete Konda, Tanjung Karoso, Kalaki Kambe, Rada Malando, Magholinyo, dan Bukambero.

Program tersebut mencakup sejumlah dusun, termasuk Dusun I, Dusun II, Dusun III, dan Dusun IV di beberapa desa.

Data itu menunjukkan upaya perluasan jaringan listrik di SBD dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan.

Pemerintah daerah bersama DPRD SBD diharapkan terus mengawal program tersebut agar perluasan jaringan listrik dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan demikian, target pemerataan listrik hingga ke desa, dusun, dan kampung terisolir di SBD dapat diwujudkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. (rnc29)