Lewoleba, RakyatNTT.ID – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas jalan Lerahingga–Banitobo, tepatnya di tanjakan Olepue, Desa Lerahingga, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/10/2026) pagi.

Kecelakaan melibatkan sebuah dump truck Mitsubishi Colt Diesel warna kuning tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang mengangkut pasir, air dalam jerigen dan 15 penumpang.

Dalam musibah tersebut, lima orang meninggal dunia, sementara 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kelima korban meninggal dunia seluruhnya merupakan perempuan dan tercatat sebagai warga Desa Baupana, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Dump Truck Kehilangan Tenaga di Tanjakan

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Kendaraan dikemudikan AT alias Arnoldus (40), warga Desa Baupana.

Saat itu, dump truck bergerak dari Desa Baupana menuju Kampung Lama, Desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan.

Kendaraan membawa pasir sekitar setengah bak, air dalam sekitar 10 jerigen berkapasitas kurang lebih 35 liter per jerigen, serta 15 orang penumpang.

Saat tiba di tanjakan Olepue pada ruas jalan Lerahingga–Banitobo, kendaraan diduga kehilangan tenaga dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Pengemudi kemudian berupaya memundurkan kendaraan secara perlahan. Namun, saat bergerak mundur, kendaraan diduga tergelincir hingga akhirnya terbalik.

Sejumlah penumpang mengalami benturan dan tertimbun material pasir yang berada di dalam bak kendaraan.

Lima Orang Meninggal Dunia

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang meninggal dunia. Mereka adalah:

  • Monika Kewa Lasar (72)
  • Maria Michaela Raang (63)
  • Theodora Magi (56)
  • Marlin Kewa Lamataro (35)
  • Yohana Uri (52)

Kelima korban merupakan warga Desa Baupana, Kecamatan Lebatukan.

Sementara itu, 10 orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis.

Korban dievakuasi oleh personel Polri bersama masyarakat ke Puskesmas Hadakewa.

Dari 10 korban luka, tujuh orang kemudian dirujuk ke RSUD Lewoleba untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Satu korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Hadakewa, sedangkan dua korban lainnya telah diperbolehkan kembali ke rumah.

Daftar Korban Luka

Korban luka dalam kecelakaan tersebut yakni Fransiskus Marianus Molan (40) yang mengalami luka pada dahi bagian kanan dan telah kembali ke rumah.

Kemudian Agnes Kewa (45) mengalami luka pada siku kanan serta benturan pada paha kanan dan menjalani perawatan di RSUD Lewoleba.

Margareta Neme (39) mengalami luka robek pada pipi kanan dan memar pada mata kanan, sementara Fransiska Tuyo (54) mengalami benturan pada pipi bagian kiri. Keduanya dirawat di RSUD Lewoleba.

Korban lainnya, Stanislaus Meha Lengari (54), mengalami benturan pada pinggang bagian kanan. Reneldis Peni (57) mengalami benturan pada bagian pinggang.

Selanjutnya Alfonsa Lipa Riung (56) mengalami cedera pada jari tangan kanan, sedangkan Lazarus Lewa (69) mengalami luka pada lutut kanan, siku kanan dan kepala bagian kiri. Mereka mendapat perawatan di RSUD Lewoleba.

Kastilia Sesa (24) tidak mengalami luka dan telah kembali ke rumah.

Sementara Tresia Bare Ruing (61) mengalami benturan pada paha bagian kanan dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Hadakewa.

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi dan keterangan sementara pengemudi, kecelakaan diduga bermula ketika kendaraan kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan.

Pengemudi kemudian mencoba memundurkan kendaraan. Saat itulah kendaraan diduga tergelincir dan akhirnya terbalik.

Polisi juga mendalami dugaan pelanggaran aspek keselamatan angkutan. Dump truck yang pada dasarnya merupakan kendaraan barang diduga digunakan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah cukup banyak, selain membawa muatan pasir dan air.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan adanya pelanggaran maupun faktor penyebab secara definitif. Seluruhnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Penyidik akan memperhatikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan kendaraan, kondisi jalan, kondisi teknis kendaraan, keterangan pengemudi, saksi serta alat bukti lainnya.

Warga Bantu Evakuasi Korban

Seorang warga, Ignatiys Koda (42), mengaku melihat kendaraan dalam kondisi terbalik dan sejumlah korban tergeletak di sekitar kendaraan.

Ia bersama warga kemudian membantu mengamankan pengemudi sebelum yang bersangkutan dibawa ke Polsubsektor Lebatukan.

Sementara itu, polisi langsung mengamankan lokasi setelah menerima laporan, melakukan olah TKP, mendata kendaraan dan kondisi lingkungan sekitar serta mengumpulkan keterangan para saksi.

Pengemudi juga diamankan untuk menjalani pemeriksaan awal.

Satlantas Polres Lembata Tangani Kasus

Perkara kecelakaan tersebut telah ditangani Satlantas Polres Lembata dengan laporan polisi nomor LP/A/59/X/2026/SPKT/Sat Lantas/Polres Lembata/Polda Nusa Tenggara Timur.

Kapolres Lembata AKBP Henman Limbong, S.P., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Lembata AKP Yohny Makandolu membenarkan kejadian tersebut.

Yohny menjelaskan, penyidik masih melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara utuh.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan terhadap pengemudi dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian. Polisi juga melakukan pemeriksaan teknis kendaraan untuk mengetahui kondisi serta kelayakan kendaraan sebelum kecelakaan.

Selain itu, penyidik mendalami dugaan kelebihan muatan serta penggunaan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang.

Bupati Lembata: Ini Duka Kita Bersama

Musibah yang merenggut lima nyawa tersebut mengguncang masyarakat Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan yang terjadi di Desa Lerahingga.

“Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan dump truck di Desa Lerahingga, hari ini, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita bersama.”

Bupati Kanis menegaskan pemerintah daerah akan hadir dalam penanganan musibah tersebut dan memastikan keluarga korban tidak menghadapi situasi ini sendirian.

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait guna memastikan proses evakuasi dan pelayanan kepada keluarga korban berjalan dengan baik.

“Saya telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk segera mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait, memastikan evakuasi berjalan lancar, dan pelayanan terbaik bagi keluarga korban,” tegasnya.

Bupati Ajak Warga Saling Menguatkan

Kepada masyarakat, khususnya warga Desa Baupana dan Kecamatan Lebatukan, Bupati Kanis mengajak semua pihak untuk saling merangkul dan menguatkan di tengah duka.

“Kita adalah satu keluarga. Mari kita hadapi duka ini bersama-sama, saling membantu dan meringankan beban sesama. Pemerintah hadir di tengah kalian, dan tidak akan membiarkan siapa pun berduka sendirian,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan doa agar para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima para korban di sisi-Nya, menempatkan mereka di tempat yang paling baik, dan memberikan kekuatan serta ketabahan yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Polisi hingga kini masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan serta ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut. (*/rnc)