Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka Turnamen Sepak Bola Faperta Cup XXXIX Tahun 2026 di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Sabtu (24/10/2026) sore.
Memasuki penyelenggaraan ke-39, turnamen sepak bola tahunan tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Inovasi, Menuju Prestasi” dan akan berlangsung hingga 6 November 2026.
Pembukaan Faperta Cup XXXIX dihadiri Dekan Faperta Undana Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., para wakil dekan, serta civitas akademika Undana.
Rektor Undana diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Rudi Rohi, M.Si. Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si.
Jajaran Pemerintah Kota Kupang serta ratusan peserta dan pendukung turut menyaksikan pembukaan turnamen tersebut.
Faperta Cup jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Penyelenggaraan Faperta Cup XXXIX tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kehidupan akademik dengan pengembangan minat dan bakat mahasiswa.
Turnamen ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, memiliki mental kompetitif, sekaligus mampu membangun kerja sama dan persaudaraan.
Tahun ini, sebanyak 22 tim ambil bagian dalam kompetisi yang terdiri dari tujuh tim SMA/SMK dan 15 tim perguruan tinggi.
Keikutsertaan puluhan tim tersebut menunjukkan bahwa Faperta Cup memiliki daya tarik sebagai ruang kompetisi sekaligus pembinaan sepak bola bagi pelajar dan mahasiswa di NTT.
Selain mengejar prestasi, turnamen ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan melalui kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Faperta Cup Sudah 39 Kali, Lampaui Usia ETMC
Kepala Dinas Kominfo NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si., memberikan apresiasi terhadap konsistensi Faperta Undana yang mampu mempertahankan penyelenggaraan turnamen hingga edisi ke-39.
Menurut Adi, keberlangsungan kompetisi selama puluhan tahun menunjukkan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan, kerja sama, dan karakter generasi muda.
Ia bahkan membandingkan usia Faperta Cup dengan salah satu kompetisi sepak bola bergengsi di NTT, El Tari Memorial Cup (ETMC).
“Ini yang ke-39, kalau ETMC saja baru 35,” ungkap Adi.
Ia berharap penyelenggaraan Faperta Cup pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT.
Dengan dukungan yang semakin luas, kata dia, turnamen tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan olahraga sekaligus pembinaan atlet muda di NTT.
Rudi Rohi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., menegaskan bahwa Faperta Cup merupakan agenda tahunan yang penting untuk terus dipertahankan.
Menurut Rudi, keberlanjutan turnamen membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar tidak hanya menjadi agenda olahraga rutin, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan yang lebih luas.
“Ini kegiatan tahunan. Karena itu, perlu ada koordinasi lintas sektor agar kegiatan ini terus berlangsung,” ujarnya.
Rudi juga menyampaikan dukungan Rektor Undana terhadap pelaksanaan Faperta Cup XXXIX. Rektor berhalangan hadir secara langsung karena pada waktu yang sama sedang menghadiri agenda Walikota Cup.
Ia berharap Faperta Cup ke depan tidak hanya menjadi ruang pertandingan sepak bola, tetapi juga membuka peluang kerja sama untuk mendukung pengembangan olahraga di lingkungan kampus.
Dekan Faperta: Inovasi adalah Akar, Prestasi Buah Kerja Keras
Sementara itu, Dekan Faperta Undana, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., menjelaskan makna tema “Menumbuhkan Inovasi, Menuju Prestasi” yang diusung dalam Faperta Cup XXXIX.
Menurut Tomycho, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan semangat akademik di bidang pertanian.
Inovasi, katanya, menjadi akar dari kemajuan, sedangkan prestasi merupakan buah dari dedikasi, kerja keras, dan proses yang dilakukan secara konsisten.
“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bagi kita semua. Sebagai insan akademis di bidang pertanian, inovasi adalah akar dari kemajuan, dan prestasi adalah buah dari dedikasi serta kerja keras yang kita tanam,” tegasnya.
Ia meminta seluruh peserta bertanding dengan semangat tinggi serta tetap menjunjung kejujuran dan rasa persaudaraan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa, namun proses belajar dan mental juara itulah yang utama,” tambahnya.
22 Tim Siap Bersaing di Faperta Cup XXXIX
Sebanyak 22 tim ambil bagian dalam Faperta Cup XXXIX Tahun 2026.
Untuk kategori SMA/SMK, peserta terdiri dari SMKN 2 SoE, MAN Kupang, SMAN 2 Kupang Timur, SMAN 1 Fatuleu, SMA Fajar Timur, SMAN 1 Amarasi Barat, dan SKO Flobamorata Kupang.
Sementara kategori perguruan tinggi diikuti Muhammadiyah A, Fakultas Filsafat UNWIRA, Muhammadiyah B, Institut Pendidikan SoE, FKIP Undana, UNWIRA, Faperta Undana, UKM Undana, IAKN Kupang, UPG 1945, Fakultas Hukum UKAW, Politani, FPKP Undana, dan PJKR UPG 1945.
Komposisi peserta tersebut membuat persaingan diprediksi berlangsung kompetitif hingga pertandingan terakhir pada 6 November 2026.
Maskot Jagung Warnai Pembukaan Faperta Cup
Pembukaan Faperta Cup XXXIX juga berlangsung semarak dengan hadirnya maskot jagung yang diperankan mahasiswa Faperta Undana.
Maskot tersebut menjadi simbol identitas Faperta yang lekat dengan dunia pertanian sekaligus memberikan warna khas pada penyelenggaraan turnamen sepak bola tersebut.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan defile seluruh tim peserta dan prosesi pengibaran bendera Faperta di tengah arena GOR Flobamora.
Kehadiran para peserta, civitas akademika, dan pendukung semakin menambah kemeriahan pembukaan turnamen yang telah menjadi agenda tahunan Faperta Undana tersebut.
Dengan menggabungkan kompetisi olahraga, pembinaan karakter, serta semangat kebersamaan, Faperta Cup XXXIX menjadi salah satu bentuk komitmen Faperta Undana dalam menciptakan ruang positif bagi pelajar dan mahasiswa.
Hingga pertandingan berakhir pada 6 November 2026, panitia memastikan seluruh rangkaian kompetisi diarahkan berlangsung aman, tertib, sportif, serta tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan