Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi smart farming berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi muda.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, penerapan teknologi juga dapat membuka perspektif baru bagi calon petani milenial mengenai pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Namun, tim pengabdian menilai keberlanjutan manfaat program tetap membutuhkan pendampingan lanjutan. Pendampingan diperlukan agar keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat diterapkan secara mandiri dan dikembangkan dalam kegiatan pertanian berikutnya.
Program di Desa Noelbaki tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa regenerasi petani tidak hanya membutuhkan minat generasi muda, tetapi juga pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Melalui smart farming, generasi muda diperkenalkan pada pertanian yang memadukan keterampilan bercocok tanam dengan kemampuan mengoperasikan teknologi, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi pertanian di Kabupaten Kupang. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan