Ia meminta para kepala desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan informasi mengenai bahaya judi online kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Julie menilai, masyarakat perlu memahami bahwa judi online kerap menarik perhatian melalui iklan yang muncul ketika seseorang menggunakan telepon genggam, baik saat menonton video maupun bermain gim.

Iklan dengan iming-iming hadiah atau kemenangan awal dapat membuat seseorang tertarik mencoba.

Namun, menurut Julie, kondisi tersebut dapat berujung pada kerugian finansial dan mendorong seseorang mencari pinjaman untuk kembali bermain.

“Judi online, saya mau kasih tahu, tolong kepala desa kasih tahu kepada masyarakatnya,” ujar Julie.

Ia menjelaskan, ketika seseorang mengalami kekalahan, keinginan untuk mendapatkan kembali uang yang hilang dapat membuatnya terus bermain. Dalam kondisi tidak memiliki uang, sebagian orang kemudian tergoda menggunakan layanan pinjaman online.

Menurut Julie, kombinasi judi online dan pinjaman online dapat menimbulkan persoalan keuangan yang semakin berat bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta kepala desa dan lurah mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan instan serta lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital.