Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyalurkan bantuan makanan, air bersih, dan terpal kepada warga yang terdampak gempa bumi.
Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak gempa.
“Sudah kami distribusikan bantuan, seperti permakanan. Kemarin langsung saya bersama Pak Wakil, bersama dengan beberapa pimpinan OPD, kami sudah turun langsung untuk menyerahkan bantuan permakanan dan juga air bersih,” kata Ratu Wulla saat jumpa pers di Kantor Bupati SBD, Rabu (7/10/2026).
Menurut Ratu Wulla, sebagian masyarakat memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga setelah gempa mengguncang wilayah SBD.
Pemerintah daerah kemudian memberikan bantuan agar warga yang mengungsi tersebut tidak menambah beban keluarga yang menjadi tempat mereka berlindung.
“Karena masyarakat itu kan mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga, sehingga tidak menyebabkan beban bagi keluarga, itu sudah kami support,” ujarnya.
Selain warga yang mengungsi ke rumah keluarga, pemerintah juga menemukan sejumlah warga yang memilih tidur di luar rumah karena khawatir terhadap kondisi bangunan setelah gempa.
Ratu Wulla mengatakan, warga yang tidur di luar rumah tersebut juga meminta bantuan terpal untuk digunakan sebagai tempat berlindung sementara.
“Sudah kami berikan, bahkan kemarin juga benar ada beberapa yang tidur di luar, ya, masyarakat yang kami lihat langsung. Mereka tidur di luar dan mereka minta bantuan terpal, dan sudah diberikan,” kata dia.
Bantuan terpal tersebut, lanjut Ratu Wulla, dikirim langsung oleh tim dari Dinas Sosial ke lokasi warga yang membutuhkan.
Pemkab SBD juga memastikan penyaluran bantuan tetap dilakukan apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga selalu menunggu apabila memang ada masyarakat yang membutuhkan, kami tetap mendistribusikan,” ujar Ratu Wulla.
Sementara itu, berdasarkan data pemerintah daerah per Selasa (6/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 360 rumah warga dan 34 fasilitas umum terdampak gempa.
Dengan demikian, terdapat 394 bangunan yang mengalami kerusakan berdasarkan data tersebut.
Dari 360 rumah warga, sebanyak lima unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 335 unit rusak ringan.
Sementara itu, dari 34 fasilitas umum yang terdampak, tidak ada yang mengalami rusak berat. Sebanyak lima fasilitas umum rusak sedang dan 29 lainnya rusak ringan.
Fasilitas umum yang terdampak meliputi puskesmas, sekolah, gereja, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Ratu Wulla juga menyampaikan bahwa hingga data tersebut diperbarui, tidak terdapat korban jiwa akibat gempa.
Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Sampai dengan hari ini, kami menyampaikan bahwa dampak gempa korban jiwa tidak ada, hanya satu orang yang mengalami luka-luka tetapi sudah ditangani dan sekarang dalam rawat jalan,” katanya.
Pemerintah daerah, kata Ratu Wulla, terus melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah dan fasilitas umum serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.
Pemkab SBD juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Ratu Wulla meminta warga tidak panik serta memahami langkah evakuasi untuk menyelamatkan diri dan keluarga apabila gempa kembali terjadi. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan