KUPANG, RakyatNTT.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang memastikan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini belum berdampak signifikan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan fisik di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maksi Dethan mengatakan sejumlah proyek yang sedang dikerjakan masih berjalan normal sesuai progres dan jadwal pelaksanaan.

Kepada RakyatNTT.ID, Selasa (13/10/2026), Maksi Dethan menyebut salah satu pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pembangunan dan penataan kawasan wisata Kolam Airnona.

“Walau ada kelangkaan BBM, sejumlah proyek yang sedang berlangsung belum begitu terdampak. Untuk proyek yang diagendakan setelah penutupan Masa Sidang Perubahan APBD 2026 juga belum terlaksana, sehingga belum bisa dipastikan dampaknya,” ujar Maksi.

Proyek APBD Perubahan Masih Menunggu Evaluasi

Maksi Dethan menjelaskan, sejumlah proyek yang direncanakan untuk dikerjakan pada tiga bulan terakhir tahun 2026 masih menunggu hasil evaluasi Rancangan APBD Perubahan yang telah dibahas sebelumnya.

Karena proyek-proyek tersebut belum memasuki tahap pelaksanaan, pihaknya belum dapat memastikan apakah kelangkaan BBM akan memengaruhi pekerjaan yang direncanakan.

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya kendala pelaksanaan proyek pembangunan di Kota Kupang yang disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar.

“Kalau proyek terkendala akibat BBM, itu belum nampak di Kota Kupang,” tegasnya.

Berharap Kelangkaan BBM Segera Teratasi

PUPR Kota Kupang berharap persoalan kelangkaan BBM segera teratasi sehingga tidak menghambat pelaksanaan pembangunan, terutama menjelang akhir tahun anggaran 2026.

Maksi mengatakan, berdasarkan laporan progres pekerjaan dari pihak ketiga atau kontraktor pelaksana, belum ada dampak yang dilaporkan terhadap sejumlah proyek yang sedang dikerjakan.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian bagi proyek-proyek yang masuk dalam agenda kerja melalui APBD Perubahan 2026.

Meski demikian, perkembangan situasi BBM tetap perlu dicermati, terutama ketika proyek-proyek yang masih menunggu proses evaluasi mulai memasuki tahap pelaksanaan.

PUPR Kota Kupang berharap seluruh pekerjaan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga target pembangunan daerah tetap tercapai. (rnc04)