Sebanyak 32 mahasiswa Undana yang tergabung dalam Tim Peer Support tingkat universitas bertindak sebagai pemateri bagi mahasiswa relawan di tingkat fakultas.

Mereka dibagi ke dalam lima tim instruktur untuk memberikan pembekalan mengenai bantuan psikologis pertama.

Materi pelatihan mencakup kesadaran diri (self-awareness), penerimaan dan kepedulian terhadap diri sendiri (self-compassion), serta ketahanan emosional (resilience).

Kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa pendamping memahami kapasitas dirinya dan mampu menjaga kondisi emosional ketika menjalankan peran sebagai teman sebaya pendukung.

Undana Targetkan Kampus Lebih Ramah Psikologis

Nicholas mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peer Support tingkat universitas dalam meneruskan pembekalan kepada relawan di tingkat fakultas.

“Mereka mampu dan mandiri dalam melakukan pembekalan di tingkat fakultas dan ini di luar ekspektasi saya,” kata Nicholas.

Melalui pengembangan sistem peer support yang terintegrasi dari tingkat universitas hingga fakultas dan angkatan, Undana berupaya membangun mekanisme dukungan kesehatan mental yang lebih dekat dengan mahasiswa.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kampus yang aman, inklusif, ramah secara psikologis, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental. (*/rnc)