Menurutnya, penelitian internal yang dilakukan sejak 2024 menemukan adanya mahasiswa yang mengalami berbagai persoalan kesehatan mental, termasuk depresi dan indikasi pemikiran untuk bunuh diri.

“Dari hasil evaluasi dan penelitian yang dilakukan, kami menemukan banyak mahasiswa UNDANA yang mengalami gangguan kesehatan mental baik depresi bahkan kepikiran untuk bunuh diri,” ungkap Nicholas.

Berdasarkan temuan tersebut, Undana membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang berminat bergabung sebagai relawan Tim Peer Support.

Para relawan kemudian mendapatkan pelatihan selama tiga hari sebelum menjalankan tugas memberikan pembekalan kepada Tim Peer Support di tingkat fakultas.

Pembentukan jejaring tersebut diharapkan memungkinkan persoalan psikologis mahasiswa dikenali lebih dini dan bantuan awal dapat diberikan secara lebih cepat sebelum mahasiswa diarahkan kepada dukungan profesional yang sesuai.

Riset Kesehatan Mental Berlanjut ke Penyusunan Kurikulum

Pengembangan program kesehatan mental Undana dibangun berdasarkan rangkaian penelitian yang dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun.

Penelusuran tingkat depresi mahasiswa dimulai pada 2024 melalui survei daring. Pada 2025, penelitian dilanjutkan dengan pemetaan resiliensi kesehatan mental mahasiswa.