Pemanfaatan sistem digital dalam proses penerimaan mahasiswa baru dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan seleksi.

Selain aspek teknologi, kedua perguruan tinggi juga bertukar informasi mengenai strategi dan tantangan dalam pengelolaan Program Magister Kenotariatan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk melihat berbagai kebutuhan yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraan pendidikan magister.

Hasil Benchmarking jadi Referensi Pengembangan PMB Undana

Seluruh informasi dan praktik baik yang diperoleh dari Unhas akan menjadi bahan referensi bagi Undana dalam melakukan pengembangan tata kelola PMB Magister Kenotariatan.

Undana berkomitmen memanfaatkan hasil benchmarking untuk menyempurnakan sistem seleksi, memperkuat kelengkapan administrasi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penerimaan mahasiswa baru sekaligus mendukung penjaminan mutu penyelenggaraan Program Magister Kenotariatan Undana.

Dengan benchmarking tersebut, Undana tidak hanya memperoleh gambaran teknis mengenai proses penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga mendapatkan bahan pembelajaran terkait pengelolaan sistem, pemanfaatan teknologi, dan penguatan mutu akademik. (*/rnc)