Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Persaingan bola voli antarpelajar tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak menarik pada Oktober 2026.
Sejumlah SMA dan SMK dari berbagai daerah di NTT mulai mempersiapkan atlet terbaik mereka untuk tampil dalam kompetisi sekaligus membuka peluang menuju pembinaan atlet voli NTT untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sedikitnya dua turnamen bola voli pelajar tingkat Provinsi NTT dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, yakni GAMKI-PBVSI Cup dan SMSI Cup I.
Salah satu sekolah yang memastikan ambil bagian dalam dua kompetisi tersebut adalah SMK Negeri 2 SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Sekolah tersebut akan mengirimkan satu tim putra dengan kekuatan 14 pemain. Persiapan telah dilakukan melalui latihan rutin, peningkatan teknik permainan serta pengalaman bertanding dalam sejumlah kompetisi bola voli di Kabupaten TTS.
Kepercayaan diri tim SMK Negeri 2 SoE juga mendapat tambahan setelah berhasil meraih double gelar juara pada Lukas Banu Cup tingkat pelajar yang berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.
Pelatih Kepala Tim Bola Voli Putra SMK Negeri 2 SoE, Cio Misa, mengatakan skuad yang dipersiapkan merupakan tim kompetitif dengan sejumlah pemain muda yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.
Menurut Cio, pemilihan pemain bukan keputusan mudah karena terdapat sejumlah atlet muda yang memiliki rekam jejak dan potensi untuk menjadi bagian dari masa depan bola voli TTS.
“Saya sudah putuskan beberapa nama ini akan ikut. Ini keputusan yang cukup berat, karena ada gengsi besar dan nama besar pemain yang cukup gemilang sebagai masa depan voli TTS di sekolah kami,” ujar Cio.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Cio menyebut dukungan dari kepala sekolah, komite sekolah hingga orang tua menjadi bagian penting dalam persiapan tim menghadapi kompetisi tingkat Provinsi NTT.
Persiapan juga tidak hanya dilakukan melalui latihan internal. Para pemain telah mendapatkan pengalaman bertanding melalui berbagai kompetisi berdasarkan kelompok usia maupun turnamen pelajar SMA/SMK di tingkat Kabupaten TTS.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi para pemain sebelum menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di NTT.
“Terakhir kami meraih juara di Lukas Banu Cup untuk kedua kalinya,” kata Cio.
Dengan pengalaman tersebut, ia berharap anak asuhnya dapat mempertahankan momentum dan menunjukkan permainan terbaik ketika tampil di Kota Kupang.
“Semoga ini memastikan bahwa mesin masih panas dan menjadi modal anak-anak bisa menunjukkan permainan yang baik. Target kami, dari sekolah kami harus ada yang mengharumkan nama NTT di PON nanti,” ungkapnya.
14 Pemain Disiapkan, Valen dan Phina jadi Andalan
Untuk menghadapi SMSI Cup I dan GAMKI-PBVSI Cup, SMK Negeri 2 SoE menyiapkan 14 pemain putra. Mayoritas pemain dalam skuad tersebut berusia 16 tahun.
Mereka adalah Phina J. Matnay, Primus Asbanu, Ferison Liu (Valen), Imanuel Nau, Somad H. Tkela, Lionel Nenobais, Ambrosius Missa, Imanuel Mangngi, Flanger A. Ati, Juardi R. Kapitan, Ega P. Taneo, Filto Taneo, Welhelmus Lanu dan Deki M. Missa.
Dari 14 pemain tersebut, Valen dan Phina menjadi dua pemain yang memiliki pengalaman lebih dibandingkan sejumlah rekan setimnya.
Keduanya tidak hanya tampil pada kompetisi berdasarkan kelompok usia, tetapi juga pernah memperkuat klub bola voli, termasuk Star Club Oebobo, yang aktif mengikuti berbagai kompetisi di Kota Kupang.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk tetap memasukkan keduanya dalam skuad SMK Negeri 2 SoE meski saat ini juga tengah mempersiapkan agenda pendidikan.
“Ya, dua nama ini kita tetap bawa. Mereka juga persiapan untuk ujian, akan tetapi dengan pengalaman yang ada tentu bisa berkolaborasi dengan adik-adik yang juga sudah dipersiapkan,” jelas Cio.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Cio menegaskan, persaingan di tingkat provinsi tidak akan mudah. Banyak sekolah lain yang juga datang dengan persiapan dan pemain potensial.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain menjaga kondisi fisik, disiplin latihan serta konsistensi permainan selama mengikuti kompetisi.
“Kami yakin kami bukan satu-satunya tim terkuat, tetapi masih ada sekolah lain. Tentu kemenangan ada pada tim yang benar-benar siap nanti,” pungkasnya.
Keikutsertaan SMK Negeri 2 SoE dalam dua turnamen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemain muda TTS untuk menguji kemampuan menghadapi persaingan yang lebih luas.
Di tengah kompetisi bola voli pelajar NTT yang semakin berkembang, panggung seperti GAMKI-PBVSI Cup dan SMSI Cup I juga dapat menjadi ruang bagi munculnya talenta-talenta muda yang berpotensi memperkuat bola voli NTT pada level yang lebih tinggi, termasuk dalam persiapan menuju PON 2028. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan