Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Minggu (13/9/2026).
Pemakaman berlangsung sekitar pukul 12.00 WITA dan dihadiri langsung Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum.
Prosesi pemakaman diawali dengan ibadah pemakaman menurut tata cara Kristen Protestan yang dipimpin Pdt. Lea R.P. Suki-Dolpali, S.Th.
Dalam khotbahnya, pendeta menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar tetap berpengharapan kepada Tuhan, meski almarhumah meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang tragis.
Setelah ibadah pemakaman selesai, prosesi dilanjutkan dengan upacara pemakaman secara kedinasan yang dipimpin Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel W. Nalle, S.Pt.
Prosesi kedinasan diawali dengan penyerahan foto almarhumah kepada pihak keluarga, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Gubernur NTT.
Wagub NTT Kecam Keras Penembakan KKB
Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan KKB. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sadis dan tidak berperikemanusiaan.
Johni juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar kelompok bersenjata tersebut mendapat kesadaran dan tidak lagi melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban.
Ia berharap situasi keamanan di Papua Pegunungan dapat terus membaik sehingga pembangunan di Tanah Cenderawasih dapat berjalan dalam suasana damai.
Korban Ditembak saat Jalankan Misi Kemanusiaan
Johni menyoroti kondisi yang dinilai sangat ironis karena almarhumah menjadi korban penembakan ketika sedang menjalankan misi kemanusiaan.
Saat itu, korban disebut tengah menjalankan tugas untuk menyalurkan bantuan berupa bibit ternak babi kepada masyarakat di wilayah pedalaman.
Menurut Johni, misi membantu masyarakat tersebut justru berakhir tragis setelah korban ditembak.
“Ironisnya almarhumah ditembak saat menjalankan misi kemanusiaan untuk membagi bantuan bibit ternak babi kepada warga di pedalaman,” ujar Johni dalam sambutannya.
Ia menilai tindakan kekerasan tersebut sangat bertentangan dengan semangat kemanusiaan dan pembangunan masyarakat.
Wagub Janji Perhatikan Nasib Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga juga menyampaikan permintaan terkait anggota keluarga asal Rote yang masih bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya.
Disebutkan masih terdapat empat orang anak asal Rote, termasuk kakak korban, yang berstatus ASN dan bertugas di wilayah tersebut.
Menanggapi permintaan keluarga, Johni Asadoma menyatakan akan mempertimbangkan dan mengambil keputusan terbaik terkait kondisi mereka.
Wakil Gubernur NTT memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pejabat dan Masyarakat Hadiri Pemakaman
Sejumlah pejabat pemerintah dan unsur masyarakat turut menghadiri upacara pemakaman korban.
Mereka antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Drs. Adi E. Mandala, M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Noldy Hosea Pelokila, S.Sos., M.M., Plt. Sekda Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt., serta Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.IK.
Hadir pula perwakilan Danlanal Pulau Rote Ndao, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Denison Moy, ST, pimpinan OPD Kabupaten Rote Ndao, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, ASN, keluarga, rekan-rekan korban, dan masyarakat.
Prosesi pemakaman tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi almarhumah sekaligus ungkapan duka mendalam atas meninggalnya korban dalam tragedi penembakan di Jayawijaya. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan