Kalabahi, RakyatNTT.ID – Seorang perawat pria yang selama ini bertugas di Puskesmas Dulolong, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di Kampung Mali, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Minggu (20/9/2026) tengah malam.

Korban diketahui berinisial MO alias Mulyadi (56), warga Kadelang, RT 002/RW 004, Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Mulyadi ditemukan dalam posisi terlentang di dekat sebuah gubuk milik warga sekitar pukul 23.36 Wita. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam.

Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian sekaligus mencari pelaku.

Ditemukan Nelayan saat Hendak Mengambil Kayu

Korban pertama kali ditemukan oleh Adolf Samasing (50), seorang nelayan yang tinggal di Jalan Bandara Mali, Kelurahan Kabola.

Pada Minggu sore, Adolf pergi melaut. Setelah kembali dari rompong sekitar pukul 22.00 Wita, ia berlabuh menggunakan perahu di sekitar pantai yang berdekatan dengan gubuk miliknya.

Adolf kemudian membersihkan ikan hasil tangkapannya di pantai. Setelah selesai, ia bermaksud mengambil kayu untuk digunakan sebagai tempat menggantung ikan di gubuk tersebut.

Saat menuju gubuk, Adolf menggunakan senter untuk menerangi jalan. Ketika cahaya senter diarahkan ke sekitar gubuk, ia melihat seseorang tergeletak di tanah.

Setelah diperhatikan, Adolf melihat darah pada bagian wajah atau kepala orang tersebut.

Terkejut dengan kondisi itu, Adolf berteriak meminta pertolongan dan berlari menuju perkampungan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi dan menemukan seorang laki-laki tergeletak di tanah di depan gubuk milik Adolf.

Setelah diperiksa, pria tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Sejumlah Luka Ditemukan di Tubuh Korban

Petugas yang melakukan pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka tersebut antara lain berada di bagian pipi kiri berupa dua sayatan, leher, pergelangan tangan kanan, serta bagian belakang kepala sebelah kanan.

Di sekitar lokasi korban ditemukan sejumlah barang, antara lain topi, baju, jaket, celana panjang jeans, ikat pinggang, kaos kaki, dan sandal jepit.

Petugas juga menemukan satu bungkus rokok Saliti berisi delapan batang rokok, pemantik gas berwarna merah, peci bundar berwarna cokelat dan abu-abu, rantai besi, serta gelang akar bahar.

Posisi korban ditemukan sekitar satu meter dari pondok. Di sisi timur lokasi terdapat pantai dengan jarak sekitar enam meter, sedangkan di sisi selatan terdapat jalan tanah yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Polisi Datang dan Lakukan Olah TKP

KBO Sat Polairud Polres Alor, Ipda Adonia Tangpada, yang diketahui tinggal di sekitar lokasi kejadian, kemudian menerima informasi mengenai penemuan jasad tersebut.

Informasi itu selanjutnya dilaporkan kepada Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, serta piket Polres Alor.

Kapolres Alor bersama Kapolsek Alor Tengah Utara dan sejumlah anggota kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Polisi berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk proses evakuasi jenazah. Tim Identifikasi Polres Alor juga melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kalabahi untuk menjalani pemeriksaan medis.

Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Tarsius Ryang Toby. Dari pemeriksaan medis ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala belakang kanan, wajah, dagu, leher, dada, lengan, dan bahu korban.

Polisi Dalami Dugaan Kematian akibat Benda Tajam

Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan sejumlah saksi, serta pemeriksaan awal dokter RSUD Kalabahi, polisi menduga korban meninggal akibat luka yang ditimbulkan benda tajam.

Korban diduga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Keluarga korban telah membuat laporan polisi dan jenazah juga telah menjalani proses visum.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, menyampaikan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku tindak pidana terhadap korban.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti terkait kasus tersebut. Hingga kini, identitas pelaku maupun motif di balik kematian Mulyadi masih dalam proses penyelidikan. (*/rnc)