Kupang, RakyatNTT.ID – Perumda Air Minum Kabupaten Kupang memastikan layanan air bersih di Kota Kupang tetap berjalan meski wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga akhir 2026.

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga pasokan air bagi ribuan pelanggan, mulai dari memperbaiki kebocoran pipa, memaksimalkan pompa hingga menyiapkan sumber air cadangan.

Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Beni Sulaiman, mengatakan saat ini jumlah pelanggan Perumda telah mencapai lebih dari 22.000 sambungan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 18.000 pelanggan berada di Kota Kupang, sedangkan lebih dari 4.000 pelanggan lainnya berada di wilayah Kabupaten Kupang.

“Kalau ditanya bahwa dampak secara eksisting yah pasti, maka dari situ kita mensiasati dengan memaksimalkan sumber yang ada. Intinya semua dapat pelayanan air,” ujar Jony kepada RakyatNTT.id belum lama ini.

Tak Tambah Pelanggan di Kota Kupang

Jony menjelaskan, untuk sementara Perumda Air Minum Kabupaten Kupang tidak melakukan penambahan pelanggan baru di wilayah Kota Kupang.

Fokus utama perusahaan saat ini justru diarahkan pada perluasan atau okupasi pelayanan air bersih untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Kupang.

Meski demikian, pelanggan yang sudah ada di Kota Kupang tetap menjadi perhatian. Perumda berkomitmen menjaga agar distribusi air tidak mengalami gangguan serius selama musim kemarau.

Berbagai langkah teknis pun terus dilakukan, termasuk memperbaiki jaringan pipa yang mengalami kebocoran serta mengoptimalkan kinerja pompa pada sumber-sumber air yang masih tersedia.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat ancaman kemarau panjang dan El Nino berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan air.

Debit Air Oenesu dan Oetona Mulai Menunjukkan Penurunan

Jony mengungkapkan, kondisi sejumlah sumber air saat ini masih relatif aman karena belum mengalami penurunan kapasitas secara signifikan.

Namun, tanda-tanda penurunan debit mulai terlihat pada sumber air Oenesu dan Oetona.

“Memang belum ada penurunan yang begitu maksimal, namun kita upayakan untuk memaksimalkan pada pompa,” jelasnya.

Kedua sumber air tersebut menjadi salah satu perhatian utama Perumda dalam menghadapi puncak musim kemarau.

Selain mengoptimalkan pompa, Perumda juga menerapkan strategi pengaturan distribusi. Jadwal penyaluran air yang sebelumnya dilakukan tiga kali sehari dapat dikurangi menjadi dua kali sehari sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air.

Kebijakan tersebut dilakukan agar sumber air yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.

Perumda Siapkan Sumber Air Cadangan untuk Alak

Antisipasi juga dilakukan untuk wilayah Alak, Kota Kupang. Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena sekitar 4.000 pelanggan Perumda masih bergantung pada layanan air.

Untuk menjaga pasokan, Perumda telah menyiapkan sejumlah sumber air cadangan yang nantinya dapat diaktifkan apabila kondisi sumber utama semakin menurun.

Jony mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menghadapi puncak musim kemarau yang biasanya terjadi sekitar Oktober.

“Kita juga maksimalkan, biasa di musim kemarau puncak di bulan Oktober,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih meski kondisi iklim memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber air.

Bagi ribuan pelanggan di Kota Kupang, keberadaan sumber air cadangan, optimalisasi pompa hingga perbaikan jaringan menjadi bagian penting untuk menjaga layanan tetap berjalan di tengah ancaman kemarau panjang. (rnc04)