Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk dua sekolah dan satu PAUD. Sejumlah ruas jalan dilaporkan terbelah dan mengalami keretakan.

Meski tidak terdapat korban meninggal dunia di wilayah tersebut, sejumlah warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

“Untuk saat ini aktivitas masyarakat terpusat di tenda pengungsian,” tambahnya.

Air Bersih jadi Keluhan Utama Pengungsi

Dalam dialog bersama warga, persoalan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak. Selain itu, persediaan makanan di sejumlah lokasi pengungsian juga mulai menipis.

Warga mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma akibat gempa serta gempa susulan yang terjadi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga selama ini mengandalkan air hujan. Ketika persediaan air hujan habis, kebutuhan air dipenuhi melalui distribusi menggunakan mobil tangki.

“Kami di sini menggunakan air hujan. Kalau air hujan sudah habis, kami menggunakan air dari tangki. Kami sangat membutuhkan air, apalagi kami tinggal di bukit,” ungkap salah seorang warga, Mama Kristina Potut.

Mendengar keluhan tersebut, Wagub Johni Asadoma langsung merespons dan menegaskan bahwa ketersediaan air bersih harus menjadi prioritas dalam penanganan pengungsi.