Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Maumere, RakyatNTT.ID – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dimaksimalkan pada Minggu (16/8/2026).
Kantor SAR Maumere bersama sejumlah potensi SAR memperluas operasi ke tiga wilayah yang terdampak gempa, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Perluasan operasi dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak telah disisir dan tidak ada masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan.
Kepala Basarnas Tiba di Flores, Helikopter Disiagakan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah tiba di Pulau Flores untuk memantau langsung penanganan kondisi darurat pascagempa.
Kehadiran Kepala Basarnas menjadi bagian dari upaya memastikan operasi SAR berjalan optimal sekaligus memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan Mohammad Syafii bersama rombongan dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Selain itu, Basarnas telah menyiagakan satu unit helikopter untuk mendukung proses evakuasi medis udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan dan saat ini disiagakan di Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Fathur Rahman.
Nelayan Ditemukan Meninggal di Perairan Pantai Waso
Operasi SAR di Kabupaten Manggarai Timur juga membuahkan hasil dengan ditemukannya seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi.
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat menemukan korban pada pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dievakuasi oleh tim SAR.
Temuan tersebut menjadi bagian dari operasi pencarian yang terus dilakukan di sejumlah titik terdampak gempa di Pulau Flores.
Penyisiran Diperluas hingga Radius 6,3 Kilometer
Sementara itu, tim SAR masih melakukan penyisiran darat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo berdasarkan Rencana Operasi (RenOps) hari kedua.
Penyisiran dilakukan hingga radius 6,3 kilometer dengan menyasar sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Di Kabupaten Manggarai, pencarian dilakukan di wilayah Kecamatan Reo.
Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, tim SAR menyisir Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot.
Dari hasil penyisiran di sejumlah lokasi tersebut, hingga Minggu siang belum ditemukan adanya tambahan korban meninggal dunia.
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR masih melakukan pemantauan dan pencarian untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak, hilang, maupun masih membutuhkan pertolongan.
Korban Gempa Flores Capai 183 Orang
Berdasarkan pendataan dan verifikasi faktual di lapangan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 14.00 WITA, tercatat sebanyak 51 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores.
Selain korban meninggal, sebanyak 132 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.
Dengan demikian, total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang.
Data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan, serta verifikasi di lapangan.
Kantor SAR Maumere terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan seluruh unsur potensi SAR untuk memperbarui data korban.
Operasi SAR Terus Berlanjut
Operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta hasil evaluasi setiap tahapan operasi.
Tim SAR juga terus memastikan wilayah yang terdampak gempa mendapatkan penanganan sesuai tingkat kebutuhan, termasuk dukungan evakuasi medis apabila ditemukan korban yang membutuhkan pertolongan segera.
Kehadiran Kepala Basarnas di Flores diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan terkait kebutuhan personel, peralatan, maupun dukungan evakuasi di wilayah terdampak.
Hingga hari kedua pascagempa, tim SAR bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat masih bergerak di berbagai lokasi untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak bencana. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan