Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan evaluasi akademik secara menyeluruh menjelang dimulainya perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2026/2027.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala akademik sekaligus memastikan keberhasilan studi mahasiswa.

Evaluasi tidak hanya mencakup pelaksanaan perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026, tetapi juga diarahkan pada penguatan tata kelola akademik melalui aktivasi early warning system atau sistem peringatan dini akademik.

Sistem tersebut disiapkan untuk membantu universitas mendeteksi dan menangani persoalan akademik mahasiswa secara lebih dini, matang, transparan, dan berbasis data.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, di Aula Rektorat Undana, Senin (3/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri para Wakil Rektor, pimpinan Program Pascasarjana, fakultas, serta sejumlah pimpinan unit kerja di lingkungan Undana.

Rektor Undana Minta Kampus Tetap Kondusif

Dalam arahannya, Rektor Prof. Jefri S. Bale mengapresiasi kehadiran dan komitmen seluruh jajaran pimpinan universitas dalam melakukan evaluasi akademik.

Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kampus tetap kondusif, harmonis, dan saling mendukung, terutama di tengah masa transisi kepemimpinan serta persiapan menyambut ribuan mahasiswa baru.

Menurutnya, berbagai masukan dan persoalan yang muncul harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan bersama.

“Saya berharap kita tidak fokus saling menyalahkan, tetapi menerima semua masukan ini sebagai bahan perbaikan untuk mengoptimalkan suasana akademik yang lebih kondusif ke depannya. Kita hadir bersama dan menangani ini bersama-sama, karena kita sepakat bahwa Undana adalah rumah kita bersama,” ujar Prof. Jefri.

Rektor juga kembali mengingatkan seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap berbagai aturan serta edaran akademik yang telah ditetapkan universitas.

Evaluasi Akademik Undana Berbasis Data

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, menegaskan bahwa hasil evaluasi akademik harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan penyempurnaan layanan kepada mahasiswa.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan berbagai dinamika dan persoalan yang terjadi pada semester sebelumnya dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara sistematis.

Dengan demikian, proses pembelajaran, pembimbingan, hingga pendampingan mahasiswa menuju kelulusan dapat berlangsung lebih optimal, tertib, dan terukur.

“Rapat hari ini mendiskusikan evaluasi akademik untuk melihat rekam jejak pelaksanaan perkuliahan, sekaligus mencari solusi bersama berbasis data evaluasi agar seluruh proses akademik dapat berjalan semakin efisien dan terarah,” kata Prof. Annytha.

Early Warning System untuk Cegah Mahasiswa Drop Out

Salah satu fokus penting dalam evaluasi tersebut adalah penguatan sistem peringatan dini akademik atau early warning system.

Sistem ini diharapkan dapat membantu Undana memetakan mahasiswa yang menghadapi kendala akademik sejak awal sehingga langkah pendampingan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius.

Selain itu, Undana juga akan menyelaraskan data registrasi mahasiswa dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) antarunit.

Optimalisasi peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) turut menjadi perhatian karena dosen PA dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

Tata Kelola Akademik Akan Diperkuat

Rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah fokus perbaikan tata kelola akademik. Di antaranya merumuskan solusi tertulis dengan indikator yang terukur, memperbaiki tata kelola pembimbingan tugas akhir, serta menyempurnakan alur pengaduan melalui Unit Layanan Terpadu (ULT).

Sinkronisasi data akademik antarunit juga menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan memiliki tingkat akurasi dan konsistensi yang baik.

Selain itu, seluruh pemetaan kendala, masukan, serta mitigasi risiko drop out (DO), khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir, akan dihimpun dan dikaji sebagai bahan penyusunan kebijakan.

Melalui langkah tersebut, Undana menargetkan tata kelola akademik yang lebih responsif, terukur, dan mampu memberikan pendampingan kepada mahasiswa secara lebih cepat.

Berbagai hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui perumusan langkah-langkah perbaikan menjelang perkuliahan Semester Ganjil TA 2026/2027.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan proses perkuliahan yang lebih tertib dan efektif sekaligus memperkuat komitmen Undana dalam memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu. (*/rnc)