Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan pesisir Kelurahan Namosain, Kota Kupang.
Program bertema “Pemberdayaan Kelompok Maju Bersama dalam Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Tangkap melalui Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Berbasis Ekonomi Biru di Pesisir Kelurahan Namosain, Kota Kupang” tersebut berlangsung pada 11–15 Agustus 2026.
Kegiatan ini menyasar Kelompok Maju Bersama dengan fokus pada peningkatan mutu, pengolahan, pemasaran, serta daya saing produk hasil tangkapan nelayan.
Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Kegiatan diketuai Asriati Djonu, S.Pi., M.P., dengan anggota tim Wesly Pasaribu, S.Pi., M.Si., dan Theny Intan Berlian Kurniati Pah, S.Sos., M.PA.
Undana Bekali Nelayan dengan Inovasi Pengolahan dan Pemasaran
Rangkaian kegiatan diawali dengan serah terima bantuan yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penanganan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.
Tim akademisi Undana membekali anggota Kelompok Maju Bersama dengan keterampilan menjaga kesegaran dan mutu ikan, melakukan diversifikasi produk olahan, hingga menerapkan strategi pemasaran yang lebih modern.
Dalam aspek pemasaran, peserta mendapatkan pendampingan mengenai peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, pembuatan identitas produk, penetapan harga, serta pemanfaatan berbagai saluran pemasaran.
Seluruh proses tersebut mengacu pada prinsip ekonomi biru atau blue economy, yakni pemanfaatan sumber daya laut secara produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir.
“Melalui inovasi pengolahan, penguatan kapasitas kelompok, dan strategi pemasaran yang tepat, hasil tangkap masyarakat Namosain diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi pesisir yang bernilai tambah dan berkelanjutan,” ujar Theny Pah mewakili Tim PkM.
Ubah Pola Jual Ikan Segar Menjadi Produk Bernilai Tinggi
Program Undana ini juga menyasar persoalan yang selama ini dihadapi nelayan pesisir Namosain, yakni ketergantungan pada penjualan ikan segar secara langsung.
Pola tersebut membuat hasil tangkapan memiliki risiko cepat rusak sekaligus membuat nelayan rentan terhadap fluktuasi harga pasar. Minimnya diversifikasi produk, teknologi pengolahan, dan kemasan yang menarik turut membuat nilai ekonomi hasil tangkapan belum optimal.
Melalui pendampingan yang diberikan, nelayan mulai diperkenalkan pada pola pengolahan yang dapat memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai jual produk.
Keterampilan diversifikasi produk, pengemasan, hingga strategi penetapan harga diharapkan mampu memperpendek keterbatasan rantai pemasaran tradisional yang selama ini membatasi pendapatan masyarakat pesisir.
Kelompok Maju Bersama Didorong Lebih Mandiri
Kemampuan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah diharapkan dapat meningkatkan daya tawar Kelompok Maju Bersama.
Produk yang memiliki masa simpan lebih panjang, kemasan lebih baik, identitas produk yang jelas, serta strategi pemasaran yang tepat berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Undana, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir Kelurahan Namosain dalam mengoptimalkan potensi perikanan lokal.
Dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas kelompok diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga nelayan secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan ekonomi biru, Undana tidak hanya mendorong masyarakat pesisir meningkatkan nilai ekonomi hasil laut, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pemanfaatan sumber daya perikanan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Namosain. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan