Tambolaka, RakyatNTT.ID – Sejumlah organisasi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Flores.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung di Bundaran Alun-Alun Tambolaka, Kota Tambolaka, Jumat (21/8/2026).

Organisasi yang terlibat di antaranya Orang Muda Katolik (OMK) Tambolaka, Rumah Musik SBD, Taruna Muda Katolik (Taruk) SBD, serta sejumlah pemusik dari Gereja Kristen Sumba (GKS).

Selain membawa kotak donasi, para pemusik turut menghibur masyarakat dengan memainkan alat musik dan menyanyikan sejumlah lagu. Musik tersebut menjadi salah satu cara mereka mengajak masyarakat ikut menunjukkan kepedulian terhadap warga Flores yang terdampak gempa.

Kepada sejumlah wartawan, Koordinator aksi, Hendro Mada, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat SBD terhadap para korban bencana.

“Kita merasa bahwa hari ini teman-teman di Flores yang merasakan. Suatu saat juga bisa jadi kita yang merasakan. Sebagai anak manusia, saya pikir ini langkah paling baik yang bisa kita lakukan, sederhana dengan apa yang kita punya,” kata Hendro.

Menurut Hendro, aksi tersebut telah memasuki hari kedua. Pada hari pertama, donasi yang terkumpul langsung dari masyarakat di lokasi mencapai sekitar Rp9,4 juta.

Sementara itu, jika digabung dengan donasi yang ditransfer melalui rekening sejak 15 Agustus 2026, total dana yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp24 juta.

“Kemarin itu di titik ini kita dapat Rp9 juta. Total semua itu ada Rp24 juta lebih,” ujarnya.

Hendro menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak gempa, termasuk Kabupaten Nagekeo dan Manggarai.

Ia mengatakan pihaknya juga berupaya menjangkau warga di wilayah terdampak yang dinilai masih membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Terutama pada daerah terdampak, Nagekeo, Manggarai. Melalui konten kreator kita juga mendapat informasi dari beberapa desa yang terdampak dan rasanya kurang mendapat perhatian,” katanya.

Hendro menyebut aksi penggalangan dana tersebut direncanakan berlangsung hingga Minggu.

Ia berharap masyarakat SBD dapat terus memberikan dukungan, baik melalui donasi maupun dukungan moril kepada para korban.

Menurut dia, lagu dan musik yang dibawakan para pemusik dalam aksi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk dukungan bagi warga Flores yang sedang menghadapi bencana.

“Lagu-lagu yang kita lantunkan di sini adalah bentuk dukungan moril kepada saudara-saudara kita di sana bahwa kalian tidak sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama masyarakat SBD dan bukan semata-mata bantuan dari kelompok penyelenggara.

“Jangan lihat berapa banyak atau sedikitnya, tetapi ini bagian dari rasa cinta, rasa persaudaraan dan perhatian kita terhadap para saudara kita di sana,” kata Hendro.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, NTT, masih terus terjadi.

Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 4.258 kejadian gempa susulan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan oleh masyarakat. Sebanyak 31 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0.

Berdasarkan data BNPB dan pembaruan resmi pemerintah daerah terkait rangkaian gempa tersebut, korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 75 orang.

Selain itu, sekitar 900 orang mengalami luka-luka dan puluhan ribu warga masih mengungsi akibat dampak gempa.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak, termasuk masyarakat di luar wilayah terdampak, untuk menunjukkan solidaritas dan memberikan bantuan bagi para korban. (rnc29)