Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mataram, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov NTB mengirimkan bantuan berupa logistik, obat-obatan, peralatan medis, alat berat, kendaraan operasional, serta tim tanggap darurat untuk mendukung penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Pelepasan armada logistik dan tim kemanusiaan dipimpin langsung Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas masyarakat NTB terhadap warga NTT yang tengah menghadapi bencana.
“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” ujar Iqbal.
Menurutnya, kesiapan tersebut bukan hanya menunjukkan kepedulian NTB terhadap korban gempa di NTT, tetapi juga membuktikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana.
30 Armada Dikerahkan untuk Misi Kemanusiaan
Sejak gempa terjadi di NTT, Pemprov NTB langsung menyiagakan sekitar 30 armada kendaraan yang didukung anggaran operasional dan logistik.
Armada tersebut terdiri dari berbagai jenis kendaraan, di antaranya mobil rescue, Navara, Hiace, ambulans, kendaraan dapur umum, truk, ekskavator, dan Innova.
Selain membawa bantuan, kendaraan tersebut juga disiapkan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, hingga pembukaan akses jalan yang terdampak bencana.
Pemprov NTB turut mengirimkan alat berat untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan dan membuka kembali akses jalan yang terputus akibat dampak gempa maupun longsor.
Logistik Dipusatkan di Bima untuk Efisiensi
Untuk bantuan bahan makanan pokok, Pemprov NTB memilih menyiapkannya di Bima. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan biaya distribusi mengingat bantuan selanjutnya akan dikirim melalui jalur laut menuju NTT.
“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” jelas Iqbal.
Pola serupa juga dilakukan sejumlah daerah lain yang memberikan bantuan untuk korban gempa NTT. Bantuan yang terkonsolidasi di Bima selanjutnya dibawa menggunakan kapal khusus untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.
Bantuan NTB nantinya disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di Labuan Bajo dan Ende, dengan prioritas wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
79 Personel Dikirim, 60 di Antaranya Tim Medis
Selain logistik dan armada, Pemprov NTB mengirimkan 79 personel tanggap darurat ke NTT.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 orang merupakan tim medis yang terdiri atas dokter spesialis, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.
Tim medis tersebut berasal dari berbagai institusi, termasuk Dinas Kesehatan NTB dan rumah sakit di lingkup Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Universitas Mataram sebanyak 13 orang, serta Dinas Kesehatan Kota Mataram sebanyak 4 orang.
Sementara personel tanggap darurat di luar tim medis berasal dari BPBD NTB, Dinas PUPRPKP NTB, serta Dinas Sosial P3A NTB.
Tim tersebut akan mendukung pelayanan kesehatan, penanganan darurat, distribusi bantuan, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Bantuan Medis dan Kebutuhan Dasar Melimpah
Berbagai bantuan kebutuhan dasar dan kesehatan turut dikonsolidasikan dari sejumlah lembaga dan organisasi di NTB.
Dinsos P3A dan RS Universitas Mataram mengirimkan susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan kesehatan.
Sementara Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengirimkan berbagai perlengkapan kedaruratan, di antaranya 37 emergency kit type A, 20 ibu hamil kit, 16 PUS kit, 20 bayi baru lahir kit, 16 ibu bersalin kit, 110 personal hygiene kit, dan 23 family kit.
Bantuan tersebut juga dilengkapi dua tenda pelayanan kesehatan, dua tenda posko, 10 velbed, serta meja dan kursi lipat.
PMI Provinsi NTB turut menyerahkan hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Poltekkes Kemenkes Mataram memberikan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit, dan mi instan.
Bank Mandiri Salurkan Bantuan Rp100 Juta
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Bank Mandiri menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta.
Bantuan tersebut berupa susu, popok bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan NTB mengalokasikan 21 ton cadangan beras Pemprov NTB, sedangkan Bulog memberikan tambahan 3 ton beras.
AMNT juga mengirimkan 10 ton beras dan selimut, sementara PT Narmada Awet Muda memberikan bantuan air mineral dalam kemasan gelas.
Dari BPBD Provinsi NTB, bantuan yang dikirim meliputi 125 paket sembako, 100 lembar tikar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar.
Pengalaman Gempa Lombok jadi Bekal Penanganan
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018 menjadi bekal penting dalam membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan permukiman dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian khusus karena anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami trauma setelah bencana.
Pengiriman tim medis, psikolog, personel tanggap darurat, logistik, dan alat berat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan serta pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Langkah Pemprov NTB ini sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas antardaerah di kawasan Nusa Tenggara dalam menghadapi bencana. Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan pangan dan obat-obatan, tetapi juga tenaga manusia serta sarana pendukung yang dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat NTT. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan