Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain tenda, dukungan pembelajaran juga akan diberikan melalui kit pembelajaran.
Menurut Venantius, bantuan berupa tenda dan perlengkapan pembelajaran tersebut dijadwalkan dikirim oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 18 Agustus 2026.
“Untuk langkah selanjutnya, akan dibangun tenda untuk belajar di luar kelas, bersama KIP pembelajaran, dimana sedianya tenda serta kit pembelajaran tersebut akan dikirim tanggal 18 dari pihak Kemendikdasmen,” ujarnya.
Kemendikdasmen Siapkan Dukungan Psikologis
Tidak hanya kebutuhan sarana pembelajaran, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak gempa.
Kemendikdasmen akan mendatangkan tenaga terapi psikis untuk membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis akibat bencana.
Layanan tersebut akan menjangkau lima kabupaten terdampak gempa, yakni Ende, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, dan Ngada.
Posko layanan untuk wilayah tersebut rencananya dipusatkan di Kabupaten Ende.
Sementara untuk wilayah Flores bagian barat, posko akan dipusatkan di Labuan Bajo untuk melayani Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan psikologis anak-anak sekaligus memastikan proses pendidikan tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat.
Siswa Ende Belajar dari Rumah Selama 10 Hari
Venantius juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati Ende terkait kondisi kedaruratan akibat gempa, pemerintah daerah akan mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan pembelajaran selama masa tanggap darurat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan