Ruteng, RakyatNTT.ID – Pendataan kondisi warga dan rumah terdampak menjadi salah satu langkah penting setelah gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Di sejumlah kelurahan di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, proses pendataan mulai dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus memetakan kebutuhan penanganan pascabencana.

Pada Minggu (16/8/2026), proses pendataan tersebut dipantau langsung Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Manggarai, Hima Domi Antonius.

Ia turun menemui warga dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk melihat kondisi di lapangan serta membantu memastikan rumah-rumah yang mengalami kerusakan tercatat.

Di Kelurahan Satar Tacik, Domi melakukan koordinasi untuk mengetahui jumlah warga terdampak serta tingkat kerusakan bangunan akibat gempa.

Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan laporan kepada pemerintah sehingga proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secara maksimal,” kata Domi yang merupakan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Manggarai.

Ratusan Rumah Mengalami Kerusakan

Berdasarkan pendataan awal, dampak gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Tenda, Satar Tacik, Carep, Laci Carep dan Compang Carep.

Ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Kerusakan tersebut mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Untuk sementara, kerusakan paling banyak ditemukan pada bangunan rumah warga. Sementara kondisi fasilitas umum, termasuk sekolah, masih dalam proses pendataan sehingga jumlah kerusakannya belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Domi menilai pendataan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada warga terdampak yang terlewat. Untuk mempercepat proses tersebut, ia melibatkan para ketua RT di setiap wilayah serta Ketua Kelompok Basis Gereja (KBG).

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak gereja dan pastor paroki. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan seluruh warga terdampak, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, masuk dalam pendataan.

Dorong Laporan Detail ke Pemerintah Pusat

Menurut Domi, data yang lengkap dan diperbarui secara berkala sangat dibutuhkan dalam proses penanganan bencana. Data tersebut dapat menjadi dasar pemerintah untuk menentukan prioritas bantuan, perbaikan rumah hingga rekonstruksi bangunan yang mengalami kerusakan berat.

“Bencana ini membutuhkan perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyampaikan laporan secara intensif dan detail kepada pemerintah pusat sehingga para korban segera mendapatkan penanganan dan bangunan yang rusak dapat segera direkonstruksi,” tuturnya.

Selain membantu proses pendataan, Domi juga menyatakan akan berupaya memberikan bantuan secara pribadi kepada warga yang terdampak gempa.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan karena gempa susulan masih berpotensi terjadi. Warga juga diminta tidak memaksakan diri kembali ke rumah apabila kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan parah.

Domi secara khusus mengingatkan warga untuk mengutamakan keselamatan dan memilih tinggal di tempat pengungsian atau lokasi aman yang telah disediakan.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Jika kondisi rumah sudah rusak parah, jangan ditempati dulu. Lebih baik tinggal di tenda atau tempat aman yang sudah disediakan untuk menghindari risiko,” ungkapnya.

Pendataan rumah dan warga terdampak di sejumlah kelurahan di Kecamatan Langke Rembong diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mempercepat penyaluran bantuan serta pemulihan masyarakat pascagempa. (*/rnc)