Meski demikian, Polri memastikan pengerahan personel dan bantuan tidak terbatas pada tiga wilayah tersebut. Penempatan tim akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” ujar Trunoyudo.

Tim SAR dan bantuan logistik diberangkatkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo. Perjalanan udara tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tiga jam.

Selain pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan, terutama menuju wilayah yang terisolasi atau mengalami kendala akses akibat dampak gempa.

Polri Siapkan Helikopter dan Wi-Fi Portable

Trunoyudo menjelaskan, pesawat CASA milik Polri telah disiagakan di wilayah NTT sebelum bencana terjadi. Pesawat tersebut kemudian langsung dikerahkan setelah gempa untuk mempercepat mobilitas personel dan bantuan menuju sejumlah titik terdampak, termasuk Labuan Bajo.

Bantuan yang dikirimkan mencakup obat-obatan, tenda lapangan, bahan makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta berbagai perlengkapan pendukung penanganan bencana.