Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia meminta pemerintah memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait kondisi keamanan sebelum warga diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, keputusan mengenai kepulangan pengungsi harus mempertimbangkan kondisi lapangan serta potensi risiko yang masih mungkin terjadi.
Kepastian informasi dinilai penting agar masyarakat tidak mengambil keputusan secara terburu-buru dan tetap dapat menjaga keselamatan keluarga.
Sekitar 200 Warga Nangadhero Masih Mengungsi
Berdasarkan pantauan di Posko Utama Paroki YKI Aeramo, sebagian besar pengungsi berasal dari Desa Nangadhero.
Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 200 jiwa atau 60-an kepala keluarga (KK).
Mereka masih bertahan di posko untuk memastikan keselamatan keluarga setelah gempa mengguncang wilayah Nagekeo dan sejumlah daerah lain di Flores.
Sementara itu, sebagian warga dari Desa Marapokot dan Desa Tonggurambang telah kembali ke rumah masing-masing.
Meski telah pulang, sebagian warga tetap membangun posko mandiri sebagai tempat berlindung apabila terjadi gempa susulan atau kondisi darurat lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rasa khawatir masyarakat terhadap situasi pascagempa masih cukup tinggi.
Bagi para pengungsi yang masih bertahan di Posko YKI Aeramo, bantuan kebutuhan dasar menjadi hal yang sangat penting. Selain memenuhi kebutuhan makanan, perhatian terhadap anak-anak, bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui juga perlu menjadi prioritas dalam penanganan pengungsian.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan