Ia mengatakan anaknya sempat mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Menurut Ahmad, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan trauma yang dialami anak setelah merasakan guncangan gempa.

Pengalaman tersebut membuat Ahmad dan keluarganya masih merasa khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun ancaman tsunami.

Ia mengaku bersedia kembali ke rumah apabila pemerintah nantinya menyatakan kondisi telah aman. Namun, kewaspadaan tetap akan ditingkatkan karena rumahnya berada tidak jauh dari wilayah pesisir.

“Kalau pemerintah dalam beberapa hari ini informasi bahwa warga sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, kami mau, Pak. Yang kami takutkan bukan gempanya, tapi tsunami,” ujar Ahmad.

Ia mengatakan kekhawatiran tersebut muncul karena lokasi rumahnya berada dekat dengan pesisir.

“Karena rumah langsung dekat dengan pesisir memang. Syukur kalau naiknya pagi, kalau malam itu saya tidak tahu lagi, Pak, pasti ada banyak korban lagi,” lanjutnya.

Warga Minta Pemerintah Cari Solusi Terbaik

Ahmad berharap pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan keselamatan warga, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.