Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 50 ribu paket sembako dengan total berat 275 ton disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dan dikirim dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 4.925 paket sembako dengan berat total 27,08 ton diberangkatkan dari Baseops TNI AU Halim Perdanakusumah pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Pengiriman bantuan menggunakan pesawat angkut milik TNI Angkatan Udara, yakni Lockheed C-130H-30 Hercules dan Lockheed C-130J-30 Super Hercules.
Penyaluran bantuan dilakukan di tengah proses kaji cepat dampak gempa yang masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT. Petugas gabungan terus melakukan pendataan korban, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Korban Meninggal Capai 48 Orang
Berdasarkan data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 19.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 mencapai 48 orang.
Korban tersebar di sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Rinciannya, 24 orang di Kabupaten Manggarai, 18 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Manggarai Barat, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.
Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan juga melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis kepada masyarakat yang mengalami luka-luka akibat gempa.
Data korban tersebut masih bersifat sementara karena proses kaji cepat dan verifikasi di lapangan terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Pemerintah Perkuat Penanganan Darurat
Sebelum pengiriman bantuan, pemerintah pusat telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan penanganan darurat gempa M7,7 di NTT berjalan secara optimal.
Rapat yang berlangsung secara daring pada Sabtu (15/8/2026) dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Pratikno.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kementerian dan lembaga menyampaikan dukungan dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik berupa personel, perlengkapan maupun peralatan untuk mendukung penanganan bencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat respons pemerintah terhadap kondisi darurat sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
BNPB Minta Kepala Daerah Tetapkan Status Tanggap Darurat
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam kesempatan tersebut meminta kepala daerah untuk menetapkan status tanggap darurat bencana.
Penetapan status tanggap darurat menjadi bagian penting untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi sumber daya dalam penanganan bencana.
Langkah selanjutnya adalah pengaktifan pos komando agar seluruh proses penanganan dapat berjalan secara terkoordinasi, terpadu, dan efektif.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, serta berbagai unsur terkait, penanganan gempa NTT terus dilakukan secara bertahap.
Selain bantuan logistik, fokus pemerintah juga diarahkan pada pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta pendataan kerusakan akibat gempa.
Pengiriman 275 ton bantuan sembako diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa M7,7, terutama mereka yang masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan