Ruteng, RakyatNTT.ID – Halaman SMPK St. Stefanus Ketang, Desa Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan kreativitas pelajar dalam rangka memperingati Panca Windu atau 40 tahun perjalanan sekolah.

Sejak Senin (10/8/2026), suasana di lingkungan sekolah semakin semarak. Berbagai kegiatan digelar hingga puncak peringatan Panca Windu pada Jumat (14/8/2026). Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah bazar yang melibatkan siswa dari sejumlah jenjang pendidikan.

Bazar berlangsung pada 11–12 Agustus 2026, mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA. Berbagai stan berjajar menawarkan aneka makanan, minuman, hingga produk kreatif hasil karya siswa.

Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar menghadirkan aktivitas jual beli. Bazar menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, belajar mengelola usaha sederhana, sekaligus membangun keberanian untuk bersaing.

40 Tahun SMPK St. Stefanus Ketang jadi Momentum Berinovasi

Panca Windu yang berarti 40 tahun menjadi momentum penting bagi SMPK St. Stefanus Ketang.

Bagi lembaga pendidikan tersebut, usia empat dekade bukan sekadar angka, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus melihat tantangan pendidikan di masa depan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ardianus Daduk, mengatakan panitia terus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan hingga acara puncak berjalan dengan baik.

Peringatan Panca Windu juga menjadi momentum bagi sekolah untuk menunjukkan bahwa perjalanan panjang selama 40 tahun harus diikuti dengan kemampuan berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Bazar jadi Ruang Belajar Wirausaha bagi Pelajar

Bazar dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi bakat dan minat sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Kedua, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penggalangan dana untuk mendukung seluruh rangkaian perayaan Panca Windu.

Stan-stan bazar dikelola siswa SMPK St. Stefanus Ketang, SMAK St. Stefanus Ketang, hingga SMAN 1 Lelak.

Berbagai produk makanan dan minuman dijajakan dengan kreativitas masing-masing kelompok.

Celsiana Saima Danggung, siswa kelas IX G SMPK St. Stefanus Ketang, bersama kelompoknya menjual dadar kacang hijau dan teh jahe.

Sementara itu, kelompok Yohanes Saputra Dorot dari SMAN 1 Lelak menawarkan mie goreng, kopi Unggul Tuk, popcorn, hingga hiasan dinding. Kelompok tersebut menargetkan omzet sekitar Rp500.000 setiap malam.

Dari SMAK St. Stefanus Ketang, kelompok “Luar Biasa” yang diwakili Karolina Bulan menyajikan popcorn tiga rasa, lemet, risol, serta berbagai minuman hangat.

Beragam produk tersebut menunjukkan kreativitas pelajar dalam melihat peluang usaha dari bahan dan produk yang sederhana.

Pelajar Belajar Berkolaborasi dan Berani Bersaing

Salah satu peserta dari SMAN 1 Lelak mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, bazar menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi para siswa untuk belajar berkolaborasi.

“Kegiatan ini sangat seru dan ramai. Kami semua berkolaborasi untuk menumbuhkan rasa kewirausahaan dan mampu berdaya saing dengan teman-teman yang lain,” ungkapnya.

Para pelajar berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan keuntungan secara finansial, tetapi juga memperkuat solidaritas dan membuktikan bahwa generasi muda di daerah memiliki kemampuan untuk berkarya dan berwirausaha.

Penampilan Band dan Seni Pelajar Meriahkan Bazar

Suasana bazar semakin meriah dengan penampilan band yang merupakan hasil kolaborasi siswa SMPK dan SMAK St. Stefanus Ketang.

Pertunjukan seni dari siswa-siswi setempat turut menghibur para pengunjung yang datang.

Pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Orang tua, masyarakat sekitar, hingga jemaat Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Rejeng ikut menikmati suasana perayaan tersebut.

Salah seorang pengunjung, Bernadinus, mengaku terhibur sekaligus bangga melihat kreativitas anak-anak muda.

“Anak-anak kita banyak talenta yang harus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keramahan serta pelayanan para panitia selama kegiatan berlangsung.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan turut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Lelak.

40 Tahun SMPK St. Stefanus Ketang, Menyiapkan Generasi Masa Depan

Perayaan Panca Windu SMPK St. Stefanus Ketang akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan lembaga pendidikan selama 40 tahun.

Bazar dan berbagai kegiatan pendukung justru memperlihatkan bagaimana perayaan tersebut diarahkan untuk menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Melalui kegiatan kewirausahaan, seni, kolaborasi, dan interaksi dengan masyarakat, para siswa mendapatkan pengalaman nyata mengenai kreativitas, kemandirian, kerja sama, serta keberanian mengambil peluang.

Empat puluh tahun perjalanan SMPK St. Stefanus Ketang pun menjadi refleksi bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Di halaman sekolah, melalui sebuah stan sederhana dan produk buatan sendiri, para siswa sedang belajar membangun masa depan mereka. (rnc)