Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ketua Panitia Penyelenggara, Ardianus Daduk, mengatakan panitia terus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan hingga acara puncak berjalan dengan baik.
Peringatan Panca Windu juga menjadi momentum bagi sekolah untuk menunjukkan bahwa perjalanan panjang selama 40 tahun harus diikuti dengan kemampuan berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Bazar jadi Ruang Belajar Wirausaha bagi Pelajar
Bazar dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi bakat dan minat sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Kedua, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penggalangan dana untuk mendukung seluruh rangkaian perayaan Panca Windu.
Stan-stan bazar dikelola siswa SMPK St. Stefanus Ketang, SMAK St. Stefanus Ketang, hingga SMAN 1 Lelak.
Berbagai produk makanan dan minuman dijajakan dengan kreativitas masing-masing kelompok.
Celsiana Saima Danggung, siswa kelas IX G SMPK St. Stefanus Ketang, bersama kelompoknya menjual dadar kacang hijau dan teh jahe.
Sementara itu, kelompok Yohanes Saputra Dorot dari SMAN 1 Lelak menawarkan mie goreng, kopi Unggul Tuk, popcorn, hingga hiasan dinding. Kelompok tersebut menargetkan omzet sekitar Rp500.000 setiap malam.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan