Berbagai hasil pendampingan yang telah dilakukan mahasiswa kemudian diserahterimakan kepada pihak desa agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri.

Komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah desa juga tetap dilakukan secara berkala untuk memantau keberlanjutan berbagai program yang telah dirintis.

Dengan pendampingan tersebut, Desa Watunay diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Watunay sebagai desa mandiri yang bertumpu pada agrowisata, pertanian, pemasaran digital, dan pelestarian budaya Ngada. (*/rnc)