Pendampingan mencakup pengenalan gejala penyakit, sanitasi lahan, pengaturan jarak tanam hingga penggunaan fungisida dengan dosis yang tepat.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi risiko kerusakan tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas cabai keriting.

Dorong Petani Masuk Pasar Digital

Selain meningkatkan aspek produksi, mahasiswa KKN Undana juga melihat pemasaran sebagai salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Karena itu, Kelompok 87 turut mendampingi masyarakat dalam mengoptimalkan pemasaran digital melalui media sosial dan website desa.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pemasaran berbagai komoditas lokal sehingga produk masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak maupun pasar tradisional.

Dengan pemanfaatan teknologi digital, produk pertanian Desa Watunay diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Yuniarti Rismi Silvia Panie, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 87 Undana, mengatakan seluruh program dirancang agar manfaatnya dapat berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Kami berharap pengetahuan, media promosi digital, dan hasil pendampingan yang telah dirancang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sehingga kemajuan Desa Watunay terus berlanjut secara konsisten bahkan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.

Bukit Hendrik Diproyeksikan jadi Destinasi Agrowisata

Potensi Desa Watunay tidak hanya berada pada sektor pertanian. Mahasiswa KKN juga melakukan pemetaan awal terhadap potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai penggerak ekonomi desa.