Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menggelar upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sabu Raijua tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi refleksi terhadap pembangunan daerah dan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Sabu Raijua.
Dalam pidatonya, Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., memaparkan sejumlah capaian pembangunan sekaligus program strategis yang telah dan sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Momentum bersejarah ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali mengenang perjalanan panjang bangsa dan melanjutkan perjuangan demi kemajuan masyarakat Sabu Raijua,” ujar Krisman.
Gerakan Sarai Cita jadi Motor Pembangunan
Menghadapi tantangan sebagai daerah kepulauan sekaligus kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Pemkab Sabu Raijua terus mendorong pembangunan melalui Gerakan Pembangunan Sarai Cita.
Program tersebut merupakan implementasi RPJMD Kabupaten Sabu Raijua 2025–2029 yang diarahkan pada sejumlah sektor prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pangan, infrastruktur, hingga kelistrikan.
1. Sarai Pintar dan Sarai Berprestasi
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung program wajib belajar 13 tahun sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sejak 2025, Pemkab Sabu Raijua telah menjalankan program pemberian paket seragam sekolah bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK.
Pemerintah juga memberikan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi siswa berprestasi maupun mahasiswa kurang mampu. Perluasan akses Program Indonesia Pintar (PIP) terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pemkab Sabu Raijua menggandeng Politeknik Negeri Jember (POLIJE) untuk menambah Program Studi Manajemen Agribisnis. Program ini diarahkan untuk mendukung potensi pertanian, perikanan, dan kelautan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat setempat.
2. Sarai Sehat Perkuat Layanan Kesehatan
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah meningkatkan kapasitas tenaga medis melalui rekomendasi pendidikan spesialis bagi 10 dokter umum dan 41 tenaga kesehatan lainnya.
Sabu Raijua juga memperoleh dukungan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari pemerintah pusat pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp170 miliar.
Dana tersebut diarahkan untuk meningkatkan Rumah Sakit Daerah dari Kelas D menjadi Kelas C melalui pembangunan gedung baru beserta perlengkapannya.
3. Sarai Berdaya Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sektor pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pada 2025, produksi komoditas pertanian meningkat signifikan dari 8.050 ton menjadi 27.604 ton.
Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, handtraktor, pompa air, hingga kawat duri yang pada 2026 direncanakan mencapai 4.000 roll.
Di sektor peternakan, populasi ternak besar meningkat 3 persen atau sekitar 390 ekor. Sementara ternak kecil dan unggas meningkat 5 persen atau 8.816 ekor.
Capaian lain terlihat dari penurunan kasus penyakit hewan menular dari 1.479 kasus pada 2025 menjadi 296 kasus hingga Juli 2026.
Untuk sektor kelautan, pemerintah telah melakukan revitalisasi 45 hektare dan rehabilitasi 10 hektare tambak garam. Pemkab juga merencanakan pembangunan tambak udang pada triwulan IV 2026 sebagai model ekonomi baru.
Program santunan duka bagi keluarga yang mengalami musibah juga terus berjalan sejak 2025 sebagai bagian dari perlindungan sosial masyarakat.
Infrastruktur dan Air Bersih Terus Diperkuat
Melalui program Sarai Berkarya, Pemkab Sabu Raijua terus meningkatkan konektivitas dan akses kebutuhan dasar masyarakat.
Pada 2025, sebanyak 7 ruas jalan kabupaten direhabilitasi, sedangkan pada 2026 ditargetkan terdapat 4 ruas jalan prioritas yang ditangani.
Di sektor sumber daya air, dua unit embung telah selesai dibangun pada 2025. Rehabilitasi sejumlah embung prioritas juga direncanakan pada 2026.
Pemkab turut memberikan bantuan tandon air dan dinamo serta mendistribusikan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk sektor perumahan, sebanyak 30 unit rumah dibangun melalui program Bedah Rumah Sederhana (BBRS) pada 2025. Tahun ini, program tersebut dilanjutkan melalui tambahan 1.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR, Kemendagri, dan BNPP RI.
Rasio Elektrifikasi Sabu Raijua Meningkat
Di sektor kelistrikan, Pemkab Sabu Raijua berkolaborasi dengan PT PLN melalui hibah lahan untuk pembangunan pembangkit listrik hybrid.
Kolaborasi tersebut turut mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dari 76,99 persen menjadi 81,29 persen.
Sementara itu, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) telah mencapai 1.008 titik pada 2025. Pemerintah menargetkan penambahan 1.000 titik secara bertahap pada 2026.
Selain lima klaster utama tersebut, Pemkab juga menjalankan program Sarai Melayani, Sarai Hijau, dan Sarai Bersih yang mencakup pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan berwawasan lingkungan.
Sabu Raijua Raih Sejumlah Prestasi
Bupati Krisman juga memaparkan sejumlah capaian yang dinilai membanggakan bagi Kabupaten Sabu Raijua.
Dalam bidang penanganan stunting, Sabu Raijua ditetapkan sebagai salah satu dari 197 kabupaten/kota berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Pada 2025, Sabu Raijua juga meraih peringkat pertama tingkat NTT.
Dalam pengelolaan keuangan daerah, Sabu Raijua berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026.
Sementara di bidang olahraga, atlet Sabu Raijua meraih 20 medali pada Kejuaraan Daerah Atletik di Kota Kupang 2026. Perolehan tersebut terdiri dari 3 emas, 8 perak, dan 9 perunggu.
Program Nasional Turut Diperkuat di Sabu Raijua
Sejumlah program strategis nasional juga berjalan di Sabu Raijua.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dijalankan melalui dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 5.437 penerima manfaat.
Untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah daerah memberikan dukungan pembangunan gerai kepada 11 koperasi, mempercepat pembangunan 19 koperasi, serta memfasilitasi lahan bagi 33 koperasi lainnya.
Sementara program Sekolah Rakyat didukung melalui penyediaan lahan seluas 9,02 hektare yang telah berstatus clear and clean dan kini masih menunggu proses penetapan pemerintah pusat.
Pemkab juga mendorong pengembangan Kampung Nelayan di Desa Raemadia dan Kelurahan Ledeunu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemkab Fokus Atasi Kendala Distribusi BBM
Persoalan distribusi BBM turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi geografis kepulauan membuat distribusi BBM masih bergantung pada cuaca dan jalur pelayaran Semau–Rote–Sabu.
Bupati mengatakan Pemkab terus berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengoptimalkan distribusi.
Langkah yang dilakukan antara lain mempercepat operasional SPBU Tanajawa, mendorong pembangunan SPBU Sabu Timur, serta mengupayakan kapal pengangkut khusus untuk jalur distribusi langsung.
Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko keterlambatan pasokan BBM ke masyarakat.
Bupati Sampaikan Duka untuk Korban Gempa Flores
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Ia mendoakan masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berlangsung dengan cepat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila masih terdapat harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum dapat terpenuhi secara maksimal. Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua akan terus berupaya bekerja, berbenah, dan menghadirkan pelayanan terbaik,” tutupnya.
Puskesmas Bolou Raih Penghargaan CKG Tertinggi
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sabu Raijua ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada UPTD Puskesmas Bolou.
Puskesmas tersebut meraih predikat Puskesmas dengan Capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tertinggi di tingkat Kabupaten Sabu Raijua.
Puskesmas Bolou berhasil mencapai 64 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 46 persen pada 2026.
Program CKG merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan. Capaian Puskesmas Bolou menjadi salah satu indikator dukungan tenaga kesehatan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di Sabu Raijua.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Krisman sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Bolou.
Pemkab berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses masyarakat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan