Kupang, RakyatNTT.ID – Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mengajak seluruh umat untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas dalam menyikapi bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Suara Gembala GMIT, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menyampaikan keprihatinan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Menurutnya, bencana yang terjadi di Flores merupakan duka bersama yang perlu dihadapi dengan kepedulian dan semangat saling menopang.

Samuel mengajak seluruh umat untuk tetap percaya kepada Tuhan dan menjadikan iman sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita. GMIT memberikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendiri. Kita ada untuk saling menopang. Karena begitulah kita, bertolong-tolonganlah kamu menanggung bebanmu. Doa kami dan apa yang bisa kami lakukan akan kami persembahkan bagi saudara-saudara kami di Flores,” ungkap Samuel.

GMIT Dorong Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Menurut Samuel, menghadapi bencana tidak cukup hanya melalui penanganan secara fisik. Kepedulian, doa, dan solidaritas antarsesama juga menjadi bagian penting dalam memberikan kekuatan kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Karena itu, GMIT mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya mendoakan masyarakat terdampak gempa, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai bentuk dukungan yang dapat membantu proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi situasi bencana seorang diri. Dukungan dari keluarga besar GMIT dan seluruh umat diharapkan dapat memberikan kekuatan moral bagi masyarakat yang terdampak.

“Kita Ada untuk Saling Menopang”

Pesan GMIT menempatkan solidaritas sebagai salah satu kekuatan penting dalam menghadapi bencana. Di tengah kehilangan dan kondisi sulit, kehadiran sesama melalui doa, kepedulian, maupun bantuan nyata dapat memberikan penguatan bagi para korban.

GMIT juga mengajak jemaat untuk terus mengikuti perkembangan kondisi masyarakat terdampak dan mendukung upaya penanganan yang dilakukan berbagai pihak.

Bagi GMIT, bencana di Flores bukan hanya persoalan masyarakat yang berada di lokasi terdampak, melainkan menjadi keprihatinan bersama seluruh warga NTT.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung. Doa dan dukungan dari seluruh umat diharapkan menjadi bagian dari kekuatan bagi masyarakat Flores untuk melewati masa sulit akibat gempa bumi.

Melalui pesan tersebut, GMIT menegaskan kembali pentingnya nilai kemanusiaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana: saudara-saudara di Flores tidak sendiri karena seluruh umat diajak untuk hadir, mendoakan, dan saling menopang. (rnc04)