Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.489 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2.

Wijayanto mengatakan gempa M5,7 yang terjadi pada Kamis pagi merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa utama M7,7 di Flores.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 08.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3489 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2,” tuturnya.

Aktivitas gempa susulan tersebut menjadi perhatian karena masyarakat di sejumlah wilayah Flores masih berada dalam kondisi pemulihan setelah gempa utama.

BMKG Imbau Warga Tak Percaya Isu Gempa

BMKG kembali mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumber maupun kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta tidak mempercayai prediksi atau kabar mengenai gempa yang beredar di media sosial apabila tidak berasal dari sumber resmi.

“Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG,” pungkas Wijayanto.

Dengan masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, masyarakat di Flores diimbau tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama. (*/rnc)