Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong pihak kampus memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dorongan tersebut disampaikan pada Minggu, 23 Agustus 2026, menyusul kebijakan Universitas Mataram (Unram) yang telah memberikan pembebasan UKT kepada 138 mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana di daerah asal mereka.

BEM Undana menilai kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi untuk memberikan dukungan nyata kepada mahasiswa dan keluarga yang tengah menghadapi dampak bencana.

Unram Bebaskan UKT 138 Mahasiswa Asal NTT

Selain membebaskan UKT, Unram juga mengirimkan 16 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan ke wilayah Manggarai Timur.

Tim medis tersebut membawa obat-obatan serta perlengkapan kesehatan untuk membantu pelayanan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.

Unram juga mengirimkan 23 mahasiswa relawan BEM bersama tiga dosen serta tim dosen dan dokter melalui program Pengabdian Berdampak.

Seluruh biaya pengiriman tenaga medis, mahasiswa relawan, dan tim pengabdian tersebut ditanggung oleh pihak universitas.

Langkah Unram itu dinilai BEM Perguruan Tinggi Undana menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih luas ketika masyarakat menghadapi situasi bencana.

BEM Undana Soroti Beban Ekonomi Keluarga Mahasiswa

Ketua BEM Perguruan Tinggi Undana, Glen Rezy Snae, mengatakan gempa bumi tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga mahasiswa.

Menurutnya, banyak keluarga mahasiswa kini harus memprioritaskan pemulihan rumah, pekerjaan, dan kebutuhan hidup setelah terdampak bencana.

Dalam kondisi tersebut, biaya pendidikan berpotensi menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Ketika keluarga mahasiswa sedang berjuang memulihkan rumah, pekerjaan, dan kehidupan mereka akibat bencana, biaya pendidikan tentu menjadi beban tambahan. Karena itu, kami mendorong Undana mengambil kebijakan pembebasan UKT bagi mahasiswa yang terdampak,” ujar Glen.

Ia menegaskan, pembebasan UKT tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan, tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan institusi pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Pendidikan jangan sampai menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit dari bencana,” tegasnya.

BEM Minta Undana Segera Data Mahasiswa Terdampak

BEM Perguruan Tinggi Undana berharap pimpinan universitas segera melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak gempa Flores.

Pendataan tersebut dinilai penting agar kebijakan afirmatif dapat diberikan secara tepat sasaran kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Glen, Undana memiliki posisi strategis sebagai salah satu institusi pendidikan terbesar di NTT. Karena itu, kampus diharapkan dapat menunjukkan kepedulian dan mengambil bagian dalam penanganan persoalan kemanusiaan akibat bencana.

“Kampus bukan hanya tempat belajar dan mencetak sarjana. Dalam situasi bencana, kampus harus menjadi bagian dari solusi dan hadir bersama masyarakat,” katanya.

BEM Undana: Pendidikan Harus Tunjukkan Wajah Kemanusiaan

Glen menilai solidaritas dalam situasi bencana tidak seharusnya dibatasi oleh wilayah maupun institusi.

Kebijakan Unram yang memberikan pembebasan UKT kepada mahasiswa asal NTT serta mengirimkan tenaga medis dan relawan menjadi contoh bahwa perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam menghadapi situasi kemanusiaan.

“Jika Unram bisa hadir untuk mahasiswa NTT, maka kami berharap Undana juga hadir untuk mahasiswa dan keluarga NTT yang sedang terdampak bencana. Saatnya pendidikan menunjukkan wajah kemanusiaannya,” pungkas Glen.

Dorongan BEM Undana tersebut kini menjadi bagian dari harapan agar institusi pendidikan di NTT tidak hanya berperan dalam proses akademik, tetapi juga memberikan perlindungan dan dukungan kepada mahasiswa ketika mereka menghadapi situasi darurat akibat bencana. (*/rnc)