Menurutnya, bantuan dari pemerintah memang telah diterima masyarakat. Namun, kebutuhan warga di lokasi pengungsian masih cukup besar, terutama kebutuhan makanan.

Paulinus mengatakan warga belum dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara nyaman karena gempa susulan masih terjadi.

“Yang kita butuhkan hari ini adalah bantuan makanan, karena kami belum bisa bekerja dengan nyaman, karena gempa susulan masih terjadi,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap bantuan dari berbagai pihak terus mengalir selama masa tanggap darurat.

Gempa Susulan Masih jadi Kekhawatiran

Bagi masyarakat di Desa Legelapu dan Waesae, persoalan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan.

Rasa trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan juga membuat sebagian warga memilih bertahan di tempat pengungsian meskipun rumah mereka tidak mengalami kerusakan berat.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih harus diperhatikan secara berkelanjutan. Bantuan makanan, air, perlengkapan pengungsian, serta dukungan lainnya menjadi bagian penting dalam membantu warga melewati masa tanggap darurat.

Penyaluran bantuan oleh Partai Gerindra NTT di Kecamatan Aimere diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa.