Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Karena mereka mau kembali ke rumah, tapi masih ada gempa susulan, sehingga masyarakat trauma,” katanya.
Menurut Wilhelmus, kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan penting yang harus mendapat perhatian.
Masyarakat yang masih tinggal di tenda pengungsian membutuhkan pasokan makanan dan kebutuhan pokok untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama situasi belum sepenuhnya normal.
Tiga Posko Pengungsian di Kecamatan Aimere
Wilhelmus merincikan, terdapat dua posko pengungsian di Desa Legelapu. Sementara itu, satu posko pengungsian berada di Desa Waesae.
Keberadaan posko tersebut menjadi tempat warga berkumpul dan mencari lokasi yang dianggap lebih aman setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Penyaluran ratusan paket sembako tersebut, kata Wilhelmus, merupakan bagian dari komitmen Partai Gerindra untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga, terutama mereka yang masih belum dapat menjalankan aktivitas secara normal akibat kondisi pascagempa.
Bantuan pangan juga dinilai penting karena masyarakat yang masih berada di pengungsian memiliki keterbatasan untuk melakukan aktivitas ekonomi maupun bekerja seperti biasa.
Warga: Bantuan Makanan Masih Sangat Dibutuhkan
Perhatian Partai Gerindra mendapat apresiasi dari warga Desa Legelapu. Paulinus Leo mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit setelah gempa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan