Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, literasi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Anak-anak perlu dibiasakan memahami, mengolah, serta menafsirkan informasi yang diperoleh sehingga mampu menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan dan mengambil keputusan.
“Anak-anak harus mampu menafsirkan informasi yang mereka dapat, menjadikannya bahan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan,” tegasnya.
Cerita Rakyat Sabu Raijua jadi Media Pelestarian Budaya
Hal menarik dalam Lomba Bercerita SD Sabu Raijua tahun ini adalah materi yang dibawakan peserta. Para siswa mengangkat cerita rakyat asli Sabu Raijua, di antaranya Tokek dan Kakek Bangau/Maraba Takke Nga Appu, Monehe’ Bakka, dan Delu Day.
Pemilihan cerita rakyat tersebut dinilai penting karena di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan yang relevan untuk diwariskan kepada generasi muda.
Bupati Krisman mengatakan cerita rakyat bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai moral kepada anak sejak dini.
“Cerita itu ada nilainya. Kalau sejak kecil ditanamkan nilai-nilai baik, ketika besar mereka akan terus mengingatnya. Nilai itu akan terbawa dalam bagaimana mereka menjalani kehidupan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan