Bupati Simplisius Donatus mengatakan program tersebut merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Nagekeo periode 2024–2029 melalui program “Nagekeo Pintar”.

Menurutnya, program KIP Afirmasi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

“Program ini menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi prestasi akademik. Melalui skema ini anak-anak yang berprestasi dari keluarga kurang mampu didorong untuk menempuh pendidikan tinggi dan kembali sebagai agen perubahan bagi daerah,” ujar Simplisius.

Kuota Mahasiswa Nagekeo Terus Bertambah

Bupati mengapresiasi ITS Mandala Jember dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang telah membuka akses pendidikan bagi generasi muda Nagekeo.

Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut dan jumlah mahasiswa yang mendapatkan kesempatan kuliah melalui program tersebut dapat terus bertambah.

“Tahun 2025 kita dapat jatah 50 mahasiswa, tahun 2026 meningkat menjadi 78 mahasiswa sedangkan Universitas Mercu Buana Yogyakarta baru dijatah tahun 2026 ini sebanyak 13 orang. Mudah-mudahan 2027 dan seterusnya kita akan mendapat jatah tambahan,” kata Simplisius.

Menurutnya, peningkatan kuota tersebut merupakan hasil dari komunikasi dan pendekatan yang terus dilakukan pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.

Bantuan Kuliah Capai Rp21,2 Juta per Mahasiswa per Tahun

Pemkab Nagekeo juga menyiapkan dukungan pembiayaan pendidikan bagi para mahasiswa yang diberangkatkan.