Yogyakarta, RakyatNTT.ID – Sebanyak 545 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores dan sejumlah daerah di NTT pada Sabtu (15/8/2026).

Kondisi tersebut mendapat perhatian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Pemerintah setempat menyiapkan bantuan pangan dan dukungan biaya hidup agar para mahasiswa tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama keluarga mereka di kampung halaman menghadapi dampak bencana.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, terdapat 545 mahasiswa asal NTT di Yogyakarta yang terdampak gempa.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada perwakilan daerah dan mahasiswa di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).

Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Pangan Selama Empat Bulan

Dilansir dari Kompas.com, Pemda DIY menyiapkan bantuan pangan untuk membantu mahasiswa NTT memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi darurat berlangsung.

Bantuan tersebut diberikan secara berkala dan terdiri atas 405 kilogram beras per bulan, telur, abon ayam, serta mi instan.

Bantuan pangan diprioritaskan bagi mahasiswa asal NTT yang tinggal di sejumlah fasilitas asrama di Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan pangan tersebut akan diberikan selama empat bulan ke depan.

Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa yang harus tetap menjalani aktivitas perkuliahan di Yogyakarta, sementara keluarga mereka di NTT menghadapi dampak gempa dan membutuhkan dukungan.

Kampus Diminta Beri Kelonggaran Biaya Pendidikan

Selain memastikan kebutuhan pangan, Pemda DIY juga mengambil langkah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.

Pemda DIY telah menerbitkan surat edaran kepada perguruan tinggi di seluruh wilayah DIY. Melalui surat tersebut, perguruan tinggi diminta memberikan keringanan atau kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak gempa.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai dukungan tersebut penting agar mahasiswa tidak mengalami hambatan dalam melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemda DIY terhadap mahasiswa perantauan yang berada dalam situasi sulit karena bencana di daerah asal mereka.

Dengan adanya bantuan pangan dan kebijakan keringanan biaya pendidikan, Pemda DIY berharap 545 mahasiswa asal NTT tetap dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang sembari menunggu kondisi di kampung halaman berangsur pulih.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan solidaritas masyarakat dan pemerintah DIY terhadap warga NTT yang terdampak gempa, termasuk para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. (*/rnc)