Maumere, RakyatNTT.ID – Seorang petani berinisial ANF (44), warga Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Minggu (26/7/2026).

Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga setempat. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan pada pagi harinya. Keluarga dan kerabat berupaya memberikan pertolongan serta pendampingan. Namun, beberapa saat kemudian korban meminta seluruh anggota keluarga dan kerabat meninggalkan rumah.

Tidak lama berselang, keluarga kembali mendatangi rumah korban setelah merasa khawatir karena seluruh pintu dan jendela dalam keadaan tertutup. Saat berhasil masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat desa yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek Waigete.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Menerima laporan masyarakat, personel Polsek Waigete bersama Tim Identifikasi Polres Sikka segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.

Proses identifikasi dipimpin Kapolsek Waigete, Iptu Muhammadong, didampingi Kaur Identifikasi Polres Sikka, Aipda Kristoforus Shuri.

Selain itu, tim medis dari Puskesmas Waigete yang dipimpin dr. Bernarda Karina Karwayu melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara penyebab meninggal dunia mengarah pada tindakan yang dilakukan korban sendiri. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Keluarga Menolak Autopsi

Usai pemeriksaan di lokasi, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Penolakan tersebut disampaikan secara tertulis melalui surat pernyataan yang kemudian menjadi bagian dari administrasi penanganan perkara.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun Habijanang, Desa Wairbleler.

Polisi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kepedulian

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga maupun orang-orang di lingkungan sekitar yang sedang menghadapi persoalan berat.

Komunikasi yang terbuka, perhatian dari keluarga, serta dukungan lingkungan dinilai sangat penting untuk membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, atau pihak berwenang apabila mengetahui ada warga yang membutuhkan pendampingan, sehingga dapat memperoleh bantuan sedini mungkin.

Sementara itu, aparat kepolisian masih mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah pihak guna melengkapi proses penyelidikan dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh. (*/rnc)